Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Badai di Jateng

Akhmad Safuan
19/11/2025 07:41
Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Badai di Jateng
Puncak Gunung Telomoyo dengan latar belakang Gunung Merbabu Rabu (19/11) pagi, tampak diselimuti awan berpotensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah lereng gunung tersebut(Akhmad Safuan/MI)

CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 daerah di Jawa Tengah (Jateng), Rabu (19/11). Warga diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.

Pada pagi cuaca  di Jawa Tengah diprakirakan umumnya cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi. 

Bahkan hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, Jateng timur dan Solo Raya.

"Tetap waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di belasan daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Rabu (19/11).

Adapun daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Agus Triyono, yaitu Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Blora, Rembang, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.

Sedangkan daerah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, menurut Agus Triyono, yakni Banyumas, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan dan Tegal.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan meskipun air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah telah menurun dengan ketinggian maksimum 0,8 meter, namun perlu diwaspadai adalah ketinggian gelombang di perairan Karimunjawa.

Gelombang tinggi di kepulauan berada di Kabupaten Jepara tersebut, lanjut Shafira Tsanyfadhila, mencapai 1,25-2,5 meter, sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan dan tongkang terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya