Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 daerah di Jawa Tengah (Jateng), Rabu (19/11). Warga diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pada pagi cuaca di Jawa Tengah diprakirakan umumnya cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi.
Bahkan hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, Jateng timur dan Solo Raya.
"Tetap waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di belasan daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Rabu (19/11).
Adapun daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Agus Triyono, yaitu Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Blora, Rembang, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, menurut Agus Triyono, yakni Banyumas, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan dan Tegal.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan meskipun air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah telah menurun dengan ketinggian maksimum 0,8 meter, namun perlu diwaspadai adalah ketinggian gelombang di perairan Karimunjawa.
Gelombang tinggi di kepulauan berada di Kabupaten Jepara tersebut, lanjut Shafira Tsanyfadhila, mencapai 1,25-2,5 meter, sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan dan tongkang terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot. (H-4)
POTENSI cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di 4 daerah di Jawa Tengah Selasa (5/8). Warga diminta untuk waspada bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi di perairan selatan Jateng
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved