Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencabut insentif pajak kendaraan listrik tidak berhasil setelah Kementerian Keuangan menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan mandat undang-undang dan tidak bisa diubah tanpa revisi regulasi.
Padahal, sebelumnya Pemprov DKI menyatakan telah kehilangan potensi penerimaan daerah hingga Rp2 triliun akibat pembebasan pajak tersebut.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan pencabutan insentif kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.
“Kami sudah ke Dirjen Perimbangan Keuangan, melaporkan, mendiskusikan. Karena ini mandat undang-undang, Undang-Undang 1/2022. Jadi kalau insentif diubah, harus ubah undang-undang. Tampaknya agak berat,” kata Prastowo di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/11).
Menurut Prastowo, insentif pajak 0% menyebabkan hilangnya potensi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun.
Meskipun usulan pencabutan tidak dikabulkan, Pemprov DKI kini mempertimbangkan opsi kompensasi lewat peningkatan dana transfer dari pemerintah pusat. “Kalau kita mendapat dukungan dari pusat dalam bentuk dana transfer, tentu bisa mengkompensasi pajak yang hilang tadi,” ujarnya.
Akan tetapi, Pemprov DKI belum mengajukan nilai kompensasi karena beban fiskal akibat insentif kendaraan listrik juga dirasakan daerah lain.
“Kita enggak menyampaikan nilai, hanya menyampaikan informasi. Kita serahkan pada kebijaksanaan pusat. Cepat atau lambat daerah lain akan terdampak, apalagi yang kapasitas fiskalnya sempit,” kata Prastowo.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Lusiana Herawati mengakui penurunan pendapatan daerah akibat insentif kendaraan listrik sangat signifikan. Saat ini tarif PKB dan BBNKB kendaraan listrik ditetapkan 0% hingga akhir 2025.
“Sebenarnya dari pajak PKB maupun BBNKB listrik ini pendapatan kita harusnya sangat luar biasa. Tapi insentif 0% membuat pendapatan kita turun sekitar Rp3 triliun,” kata Lusi.
Lusi pun meminta kebijakan tersebut ditinjau ulang karena penjualan kendaraan listrik terus melonjak. “Karena sampai saat ini penjualan kendaraan listrik melonjak sangat tinggi. Kalau dibiarkan, pendapatan daerah, bukan hanya DKI akan tergerus,” ujarnya. (Dev/P-2)
Lisa Blackpink terlihat di Jakarta! Simak 3 tempat viral yang jadi sorotan netizen, termasuk Senayan City, Pacific Place, dan Hotel St. Regis.
Ketegasan yang tidak konsisten dapat merusak iklim investasi dan menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segel tiga toko Tiffany & Co di Jakarta terkait dugaan penyelundupan dan praktik underinvoicing impor barang mewah.
EKOSISTEM olahraga di Jakarta disebut memiliki potensi untuk mendukung DKI sebagai salah satu destinasi sport tourism global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
Tahun 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).
Kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved