Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPRD DKI Desak Kepala Sekolah SMAN 72 Dicopot Jika Terbukti Abaikan Kasus Bullying

Mohamad Farhan Zhuhri
13/11/2025 11:23
DPRD DKI Desak Kepala Sekolah SMAN 72 Dicopot Jika Terbukti Abaikan Kasus Bullying
SMAN 72 Jakarta(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.)

ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Jakarta, Chicha Koeswoyo mendesak Pemerintah Provinsi DKI bertindak tegas, termasuk mencopot kepala sekolah SMAN 72 Jakarta apabila terbukti lalai dan membiarkan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Sebab, pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta disebut pernah mengalami perundungan.

“Kalau perlu ambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Sekolah bila kasus pembullyan ini menjadi latar belakang pemboman,” tegas Chicha dalam keterangannya, Kamis (13/11).

Menurutnya, informasi yang menyebut terduga pelaku ledakan merupakan siswa korban bully menunjukkan bahwa sistem pengawasan di sekolah telah gagal melindungi peserta didik. 

"Saya sangat terpukul sekaligus sedih ketika mendengar bahwa pelakunya adalah siswa yang kerap menjadi korban bully,” ujarnya.

Politikus PDIP yang juga pemerhati pendidikan anak itu menilai, kejadian di SMAN 72 tidak bisa dianggap insiden tunggal, melainkan refleksi serius atas lemahnya penanganan bullying di sekolah-sekolah Jakarta. 

Ia meminta Dinas Pendidikan DKI segera turun tangan untuk mengurai rantai perundungan di sekolah tersebut dan memastikan kasus serupa tidak terulang.

“Untuk kasus ini saya meminta Dinas Pendidikan segera mengambil langkah cepat, bukan hanya penanganan korban, namun juga lakukan investigasi menyeluruh,” kata Chicha.

Dia juga menekankan pentingnya penanganan psikologis bagi seluruh siswa SMAN 72, baik korban luka maupun siswa lain yang terdampak trauma pascakejadian. 

“Kepada Dinas Kesehatan saya juga meminta agar penanganan korban dilakukan secara tuntas, hingga masa pemulihan trauma bagi para siswa,” tambahnya.

Chicha berharap tragedi SMAN 72 menjadi titik balik bagi dunia pendidikan Jakarta untuk menegakkan budaya sekolah yang aman, beradab, dan bebas dari kekerasan. 

"Bullying bukan hanya perilaku individu, tapi kegagalan sistem pendidikan dalam menciptakan ruang aman bagi anak-anak,” ujarnya.

“Tragedi ini semestinya membuka mata kita semua bahwa ketika bullying dibiarkan, dampaknya bisa sangat fatal,” pungkas Chicha. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik