Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS dan akademisi Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa dokter Tifa menegaskan dirinya menghormati proses hukum yang tengah dijalani terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Tifa menyebut langkah hukum yang dihadapinya merupakan bagian dari perjalanan mencari kebenaran. “Saya menghargai dan menghormati proses hukum. Dengan cara ini, proses akan berlangsung terang benderang, di mana kebenaran harus berpijak,” ujar Tifa di Jakarta, Jumat (7/11).
Ia menyatakan telah menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim kuasa hukumnya. “Untuk proses ini, saya menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum saya,” katanya.
Meski berstatus tersangka, dokter Tifa menegaskan dirinya tetap yakin bahwa langkah yang diambil merupakan bentuk perjuangan menuju kebenaran. “Sampai saat ini saya dengan haqqul yakin bahwa apa yang kami lakukan adalah perjuangan mencari dan menuju kebenaran,” ujarnya.
Menurut dia, setiap perjuangan menegakkan kebenaran tidak pernah mudah dan selalu penuh tantangan. “Memperjuangkan kebenaran pasti akan melewati jalan yang terjal dan berliku."
Ia pun menegaskan kesiapannya menghadapi seluruh proses hukum dengan keteguhan iman dan ketenangan hati. “Semua proses yang berlangsung saya serahkan sepenuhnya pada Allah. Secara pribadi, saya telah siap lahir dan batin,” pungkasnya. (Dev/P-2)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Tuntutan ini dilayangkan bila penyidik tidak bisa membuktikan ia dan rekan-rekannya telah mengedit dan merekayasa ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Kenapa langkah Polda Metro Jaya itu diambil setelah Presiden Prabowo menyebut Jokowi sebagai hopeng atau teman baik?
Dokter Tifa, yang sebelumnya kerap berkomentar soal dugaan ijazah palsu Jokowi mengomentari kondisi wajah Jokowi yang mirip dengan kondisi autoimun, padahal ternyata alergi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved