Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta PT Adhi Karya (Persero) untuk membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan demi bisa mengakhiri nasib tiang bekas proyek gagal tersebut. Pihaknya akan mengirim surat kepada Adhi Karya secara resmi untuk meminta pembongkaran.
"Dalam waktu paling lama awal minggu depan ini, saya akan menulis surat kepada Adhi Karya untuk meminta kepada Adhi Karya sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kajati Jakarta, maka kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami akan beri waktu 1 bulan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11).
Pemprov DKI, kata Pramono, sempat berkomunikasi dengan manajemen PT Adhi Karya untuk membahas penyelesaian tiang monorel yang telah mangkrak sekitar 20 tahun lalu.
Jika Adhi Karya tak mau membongkarnya sendiri, maka Pemprov DKI yang akan mengerjakannya.
"Kapan DKI akan membongkar? kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari (2026)," ucap Pramono.
Jika nantinya tiang bekas proyek monorel mangkrak di tengah ruas jalan ini telah dibongkar, Pramono berencana untuk melebarkan Jalan Rasuna Said hingga menata ulang jalur pedestriannya.
Pramono memastikan Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran untuk pengerjaannya.
"Kalau Januari nanti DKI membongkar, sekaligus ya kami akan membuat, eh, apa, kami potong, kami bongkar, kita buat pelebaran jalan, pedestrian-nya kita bangun, dan dananya sudah ada sehingga tahun depan mudah-mudahan, apa, Rasuna Said akan menjadi lebih baik," ungkap Politikus PDIP itu.
Sejak beberapa tahun lalu, tiang proyek monorel Jakarta yang mangkrak di sepanjang jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika mulai dianggap mengganggu.
Mulanya, konstruksi proyek monorel di Jakarta ini dimulai pada 2004. Saat itu, Gubernur DKI masih dijabat oleh Sutiyoso. Pemprov DKI bekerja sama dengan PT Jakarta Monorail selaku pengembang atau investor proyek tersebut.
Kegagalan proyek mulai tampak setelah beberapa tahun konstruksi berjalan. Saat tiang monorel telah ditancapkan, Gubernur DKI Fauzi Bowo (yang menggantikan Sutiyoso) menyetop pembangunan ini karena masalah keuangan.
Pada 2014, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membatalkan kontrak dengan PT Jakarta Monorail. Dalam putusan pengadilan, aset tiang monorel tersebut dinyatakan milik Adhi Karya, sehingga perusahaan BUMN tersebut yang berkehendak untuk membongkarnya. (Far/P-3)
Pramono mengakui ada beberapa permasalahan yang muncul ketika Pemprov Jakarta hendak membongkar tiang monorel yang mangkrak itu.
Sejak 2017 sampai dengan 2024, perusahaan tersebut menjalankan program 1 Juta Pohon.
WAKIL Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo angkat bicara soal atap atau plafon bangunan Stasiun Cawang LRT Jabodebek yang jebol akibat curah hujan yang besar
Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung mobilitas penghuni dan masyarakat sekitar serta mendorong peralihan penggunaan transportasi publik untuk kegiatan sehari-hari.
Stadion indoor ini dibangun dalam waktu hanya 18 bulan dengan nilai kontrak sejumlah Rp640 miliar
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu merespons pernyataan Hari. Keterlibatan Ahok dan Nicke diminta disampaikan ke penyidik.
Ahok bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Rabu (20/8) sore. Salah satu pembahasan dari pertemuan tersebut yakni mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Pembangunan hybrid warehouse di komplek pergudangan yang menggabungkan kantor, hunian, dan gudang dalam satu lokasi menjadi peluang investasi baru saat ini.
Sebagaimana diketahui kasus dugaan korupsi ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp649,89 miliar.
Pemeriksaan Ahok dilakukan guna melengkapi petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved