Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung berencana membongkar tiang monorel. Namun, tiang yang mangkrak di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika itu tak kunjung dibongkar hingga hari ini.
Pramono mengatakan, pihaknya telah bersurat dengan aparat penegak hukum terkait rencana pembongkaran tiang monorel. Saat ini, Pemprov Jakarta masih harus menunggu arahan dari aparat penegak hukum sebelum melakukan pembongkaran.
"Kami sedang menunggu saran aparat penegak hukum," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta dikutip Kamis (24/7).
Politikus PDIP itu juga turut bersurat ke PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran tiang monorel. Bahkan, ia mengaku juga melakukan pertemuan langsung dengan BUMN yang memiliki aset tiang monorel tersebut.
"Saya sudah menulis surat dan saya sudah ketemu sama Adhi Karya," kata dia.
Kendati demikian, Pramono mengakui ada beberapa permasalahan yang muncul ketika Pemprov Jakarta hendak membongkar tiang monorel yang mangkrak itu. Salah satunya adalah terkait adanya pihak yang merasa berkontribusi dalam pembangunan tiang monorel itu.
"Selalu, biasa lah di Jakarta ini, kalau ada keinginan untuk menyelesaikan, muncullah orang-orang yang dulu merasa punya kontribusi, tapi saya yang begitu-begitu, saya tidak peduli," ujar Pramono.
Sebelumnya, PT Adhi Karya buka suara terkait adanya permintaan Pemprov Jakarta untuk membongkar tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika.
Perusahaan plat merah menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut untuk melakukan pembongkaran tiang monorel.
Corporate Secretary PT Adhi Karya Rozi Sparta mengatakan, pihaknya telah memantau adanya pemberitaan terkait rencana Pemprov Jakarta untuk merapikan tiang monorel yang berada di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika. Mengingat, Pemprov Jakarta menilai keberadaan tiang itu merusak estetika kota.
"Sehubungan dengan adanya pemberitaan terkait wacana perapihan kembali pilar eks proyek Jakarta Monorail di sepanjang jalan HR Rasuna Said hingga jalan Asia Afrika yang dimiliki oleh perseroan, kami sampaikan bahwa akan dilakukan diskusi bersama dengan seluruh pihak terkait," kata dia melalui keterangannya, Jumat (13/6).
Ia menambahkan, pihaknya akan mendukung program Pemprov DKI, khususnya dalam upaya penataan kota. Namun, pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut untuk melaksanakan permintaan untuk membongkar tiang monorel yang mangkrak.
"Perseroan senantiasa mendukung langkah-langkah strategis Pemprov Jakarta dalam upaya penataan dan penertiban ruang kota demi kepentingan publik. Perseroan mengapresiasi komunikasi yang akan dibangun oleh Pemprov Jakarta dan terbuka untuk berkoordinasi lebih lanjut guna menyelesaikan permasalahan ini secara konstruktif dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar dia. (Far/P-3)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved