Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta Nuchbatillah meminta Pemprov DKI melakukan audit forensik terhadap mitra atau operator parkir yang beroperasi di pasar-pasar milik Perumda Pasar Jaya.
Audit forensik atau proses investigasi dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan sekaligus membantu proses hukum itu. Hal itu dinilai penting lantaran banyak operator yang tak mengantongi izin beroperasi. Diduga ada kebocoran pendapatan pajak parkir karena para operator lalai membayarkan kewajiban.
“Pansus Perparkiran memberikan saran harus diaudit forensik. Sebab, pada 2019 ke 2023 itu perjalanan pelaksanaan pengelolaan parkir dinilai sudah cacat hukum,” ujar Nuchbatillah melalui keterangannya, Kamis (18/9).
Bukan tanpa alasan, salah satu mitra perparkiran Perumda Pasar Jaya, yakni PT Jakarta Utilitas Propertindo diduga melanggar perjanjian kerja sama (PKS) karena telah menyerahkan pengelolaan perparkiran pada PT Muara Berkah Sejahtera dan PT Buana Solusindo.
Padahal, dalam PKS Pasal 21 ayat (1) berbunyi, 'para pihak dilarang mengalihkan perjanjian. Baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya.' “Itu saja cacat hukum, secara pelaksanaan sudah menyalahi,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyayangkan, dari 146 pasar yang aktif, hanya dua pasar yang memiliki izin perparkiran, yaitu Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang.
“Berarti yang memadai dari persyaratan layak dikunjungi dan didatangi itu hanya dua pasar, yang lain enggak layak. Enggak dijamin keselamatan masyarakat yang berdatangan, bertransaksi, dan berbelanja di sana,” ucap politikus Gerindra itu.
Karena itu, Nuchbatillah mendorong Perumda Pasar Jaya mengimbau mitra perparkirannya agar mengantongi sertifikat laik fungsi (SLF) sebagai syarat utama mendapat perizinan pengoperasian parkir.
“Makanya saya menyarankan kepada BP BUMD untuk memfasilitasi supaya Pasar Jaya ini membenahi secara keseluruhan dan khususnya terkait mitra perparkirannya, harus jelas dan benar.”
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengaku setuju untuk audit forensik. “Ini menjadi PR (tigas) kita untuk melakukan perbaikan tata kelola perparkiran. Terutama mengenai kerja sama parkir agar prosesnya menjadi transparan,” ucap Syaefuloh.
Ia juga menyesali PT Jakarta Utilitas Propertindo ternyata menyerahkan pengelolaan perparkiran ke pihak lain. “Paling urgen perbaikan tata kelolanya. Mulai dari memilih mitra, melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pemutusan kontrak,” pungkasnya. (Far/P-2)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Munculnya aksi tekanan dan intimidasi terhadap petugas parkir di salah satu gerai Mie Gacoan kembali memunculkan kekhawatiran soal praktik premanisme yang dapat mengganggu iklim usaha.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, tidak akan mentoleransi tindakan yang merugikan masyarakat, terlebih di kawasan wisata.
SEORANG pria berinisial TW menjadi korban dugaan penipuan investasi lahan parkir di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Korban diduga mengalami kerugian hingga Rp500 juta.
Kuota kendaraan yang bisa ditampung dari 17 lokasi parkir tersebut adalah 10.794 kendaraan.
Elevator motorcycle parking (EMP), yakni solusi parkir vertikal modular untuk sepeda motor menampung 720 unit pada lahan ±150 m² dengan efisiensi ruang setara 1:7 hingga 1:10.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved