Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia Eneng Malianasari menyoroti minimnya jumlah pedagang yang terdaftar pada situs belanja daring PD Pasar Jaya. Ia memberi contoh di pasar Bukit Duri Puteran, Tebet, Jakarta Selatan, yang hanya terdata empat pedagang saja.
Baca juga: Pemprov DKI Lirik Gedung Swasta untuk Rawat Pasien Covid-19
"Bahkan, di pasar Cempaka Putih, belum memiliki daftar pedagang sama sekali. Ini jadi tidak jelas apa kriteria yang dipakai dalam memilih pedagang sehingga yang terdaftar hanya sedikit," kata Milli sapaan akrabnya, Jakarta, Sabtu (18/4).
Untuk memudahkan transaksi, Milli juga menyarankan agar tampilan nomor kontak pedagang sudah berupa link yang otomatis mengarah ke percakapan di WhatsApp.
“Kita harus memudahkan pedagang dan pembeli, karena ini tujuan utama situs tersebut,” ucapnya.
Milli juga mengatakan, PD Pasar Jaya tidak boleh memutus edukasi dan sosialisasi layanan belanja daring, baik untuk pedagang maupun pembeli.
“Perubahan ini tidak mudah, harus terus menerus disosialisasikan, bahkan PD Pasar Jaya bisa membuka posko layanan di pasar-pasar sehingga pedagang bisa terus belajar bagaimana menjalankan layanan daring,” jelas Milli.
Apabila tidak ada perubahan, sebutnya, situs belanja online http://belanja.pasarjaya.co.id hanya akan menjadi pajangan dan tidak memberi banyak manfaat kepada pedagang maupun pembeli.
“Berbagai studi menyebut covid-19 ini akan jadi the new normal ke depan. Artinya, perilaku pemenuhan kebutuhan pokok berbasis online akan semakin menjadi tren. Sehingga PD Pasar Jaya perlu lebih serius lagi menggarap mekanisme belanja online ini,” pungkas Milli. (OL-6)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved