Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS tewasnya pria berinisial MAW, 39, dalam kondisi tergulung tikar dan kasur di rumahnya di Jalan Nusa Penida, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai terungkap. Korban yang ditemukan pada Senin (3/3), dibunuh oleh temannya yang menginap di rumah tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, mulanya pelaku, HJ, menelepon korban untuk menumpang di rumah korban lantaran lokasinya yang dekat dengan tempat kerja pelaku. "Pelaku ini merupakan teman SD korban. Pelaku menghubungi korban untuk meminta menginap di rumah korban dalam beberapa hari karena lokasi tempat bekerja pelaku sebagai sekuriti di sebuah mall itu dekat dengan rumah korban," kata Ade Ary kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (6/3).
Selama pelaku menginap, korban yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, selalu tiba di rumah lebih larut daripada pelaku. Kemudian, pada Jumat (28/2), pelaku yang melihat korban masih tertidur, terbesit ingin mencuri barang milik korban.
"Pada Kamis, 27 Februari 2025, pukul 23.30 WIB, pelaku terbangun dan melihat korban sudah pulang dan tidur beralaskan tikar di ruang tamu. Kemudian, pada Jumat, 28 Februari 2025 sekitar pukul 5.30 WIB, pelaku terbangun dan melihat korban masih tertidur dengan posisi miring ke arah kiri, sehingga timbul niat pelaku untuk mengambil motor, uang, dan HP milik korban," ujarnya.
Pelaku, kemudian mengambil sebatang kayu yang berada di dapur milik korban dan memukul bagian kepala korban, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. "Kemudian pelaku dengan menggunakan sebatang kayu tersebut memukul kepala korban pada bagian kanan bertubi-tubi sebanyak enam kali hingga mengeluarkan darah dan selanjutnya pelaku memukul satu kali pada bagian kanan perut korban," ucapnya.
Lebih lanjut, Ade Ary menuturkan, usai memastikan korban tewas, pelaku memindahkan korban ke bagian belakang rumah dengan menutupnya menggunakan kasur dan tikar. Setelah itu, pelaku kabur membawa handphone, tas dan sepeda motor milik korban.
"Pelaku pergi meninggalkan lokasi untuk pulang ke tempat tinggal pelaku. Dalam perjalanan, handphone tas milik korban dibuang ke sungai di daerah Kelurahan Aren Jaya untuk menghilangkan barang bukti dan motor korban digunakan pelaku untuk aktivitas kerja sehari-hari sebagai security di sebuah mall," ujarnya.
Saat ini, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Polisi juga masih terus melakukan pendalaman terkait kasus pembunuhan pria di Bekasi tersebut. "Dalam waktu kurang dari 1x24 jam, pelaku sudah berhasil diamankan," tuturnya. (M-1)
Para tersangka baru mulai menjual hasil rakitannya setelah memastikan senjata tersebut berfungsi dengan peluru tajam.
Modus yang digunakan para pelaku tergolong berani, yakni memanfaatkan platform digital untuk memasarkan barang ilegal tersebut secara terbuka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Tanpa kuota, aplikasi ojek tidak dapat berfungsi sehingga ia kehilangan akses terhadap pekerjaan.
Komunitas ojek online mengerahkan anggotanya untuk melakukan pembersihan di sejumlah lokasi setelah demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar).
BBC News melaporkan ribuan orang menghadiri pemakaman Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek yang meninggal setelah ditabrak dan dilindas mobil polisi.
Lebih lanjut, pihaknya berharap masyarakat dan seluruh pihak dapat memastikan suasana yang tetap kondusif di balik insiden ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas insiden sopir ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Jakarta Selatan.
KEMENTERIAN Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan bahwa hubungan kerja antara perusahaan aplikator dan pengemudi ojek online (ojol) saat ini sudah tidak layak untuk dipertahankan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved