Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIVISI Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri telah menyidang etik mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dan tiga mantan anak buahnya. Dalam persidangan, keempat polisi itu tidak berkelit atas tuduhan memeras 45 warga negara (WN) Malaysia saat konser Djakarta Warehouse Project (DWP).
Fakta ini disampaikan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Choirul Anam. Pasalnya, ia memantau langsung sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) di ruang sidang Divpropam Polri lantai 1 Gedung TNCC Mabes Polri.
"Jadi begini, kalau faktual soal pemerasan tidak ada yang berkelit, karena memang fakta dan buktinya juga cukup kuat," kata Anam di Gedung TNCC, Jakarta Selatan, Kamis (2/1)
Namun, para pelanggar itu rata-rata berkelit pada struktur pertanggungjawaban. Dengan harapan hukumannya bisa ringan. "Kalau soal pemerasannya enggak, (ada berkelit)," ujar mantan anggota Komnas HAM itu
Di samping itu, Anam mengatakan Divpropam Polri telah berupaya membongkar kasus pemerasan ini dengan menyidang etik sejak Selasa, 31 Desember 2024. Propam disebut detail membongkar alur peristiwa.
"Semuanya ya, detail alur uang, alur perintah, alur pertanggung jawaban, dan lain-lain. Ya, banyak terduga yang mencoba menutup itu semua, Tapi Propam cukup jeli ya membongkar itu semua," ungkap Anam.
Anam pun berpesan kepada seluruh anggota kepolisian untuk tidak mempunyai niat melakukan perbuatan yang sama atau tindakan tercela lainnya. Dia mengultimatum Kompolnas akan mengawasi sekali polisi masuk ke Propam.
Bahkan, masyarakat juga dipastikan akan mengawasi. Maka itu, polisi dipastikan tidak akan bisa lepas dari perbuatan pelanggaran.
"Mau Anda disidang pertama maupun banding. Jadi jangan terus merasa pede, ya nanti ini akan gampang diaturlah ini dan sebagainya dan sebagainya, enggak. Ya, momen saat ini tidak ada yang bisa ditutup-tutupi," tekan Anam.
Menurutnya, masyarakat bebas menggunakan hak berekspresinya untuk berbicara apa saja. Termasuk, Kompolnas menggunakan kewenangan dalam mengawasi kinerja anggota Kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kata dia, juga telah menyatakan akan menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran.
"Propam sampai saat ini berusaha bekerja secara maksimal. Jadi jangan coba-coba untuk melakukan perbuatan yang tercela lagi untuk siapa pun anda anggota Kepolisian," pungkas Anam
Dipecat dan Demosi
Untuk diketahui, tiga polisi telah dipecat buntut kasus pemerasan 45 WN Malaysia saat menonton gelaran DWP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 13-15 Desember 2024. Mereka diberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri usai sidang KEPP.
Ketiga polisi itu ialah Mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak. Perannya membiarkan pemerasan terjadi.
Kemudian, Mantan Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward Yusticia dan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yudhy Triananta Syaeful. Keduanya terlibat secara langsung dalam pemerasan.
Lalu, satu polisi lainnya yang merupakan eks Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Dzul Fadlan dikenakan sanksi demosi 8 tahun. Demosi ialah pemindahan jabatan anggota polisi ke jabatan yang lebih rendah.
Sidang etik akan terus dilakukan hingga 18 polisi yang melanggar aturan diberi sanksi. Kini, satu terduga pelanggar masih menjalani sidang yakni mantan Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Iptu Syaharuddin.
Dalam kasus ini, Divisi Propam Mabes Polri menyita barang bukti uang senilai Rp2,5 miliar yang disinyalir merupakan kerugian korban. Uang itu ditampung di sebuah rekening khusus yang telah disiapkan. Divpropam Polri akan mengembalikan uang miliaran rupiah itu ke korban setelah sidang semua etik selesai. (Yon/I-2)
DIVISI Propam Polri menunggu pengajuan banding atas putusan pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dan dua anak buahnya.
Uang Rp2,5 miliar yang disita dalam kasus pemerasan 45 warga negara (WN) Malaysia penonton konser Djakarta Warehouse Project (DWP) akan dikembalikan
Mabes Polri mengungkap peran tiga anggotanya yang terbukti terlibat dalam pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
Pemecatan Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Metro Jaya Donald Parlaungan Simanjuntak yang terbukti melakukan pemerasan terhadap penonton DWP 2020 sudah tepat.
Putusan tersebut belum dapat disimpulkan apakah memiliki rasa keadilan karena masih ada upaya banding yang dilakukan Donald. Ia mendorong agar proses pidana bisa dilakukan kepada para pelaku.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Menurut Yusuf, Polri amat serius dalam menangani kasus yang menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia terkait kebebasan berdemokrasi.
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
Kompolnas desak percepatan proses pidana Bripda MS, oknum Brimob yang menewaskan pelajar di Tual, Maluku.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Kompolnas menilai penanganan kasus kekerasan anggota Brimob terhadap pelajar di Kota Tual tidak cukup diselesaikan melalui mekanisme internal kepolisian semata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved