Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Polresta Bogor Kota telah menelusuri pemilik kendaraan dari plat nomor yang terdeteksi dalam video yang viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah remaja mengacungkan celurit. Para pelaku disebut sudah berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka.
Kapolsek Tanah Sareal Komisaris Ariani mengatakan dalam tayangan tersebut terlihat pemotor bersenjata tajam yang kebut-kebutan sambil mengacungkan senjata tersebut di Jalan Sholeh Iskandar
"Terdeteksi sepeda motor Honda Beat atas nama NA di Kampung Munjul, Kelurahan Kayumanis," kata Ariani di Kota Bogor, Minggu (29/9/2024).
Baca juga : Polda Metro Jaya Copot Polantas yang Minta Sekarung Bawang
Polisi mendatangi pemilik kendaraan dengan didampingi ketua RT dan tokoh pemuda setempat.
Setelah ditelusuri, Ariani mengatakan, ditemukan bahwa pemuda yang menaiki motor tersebut merupakan tiga orang pelajar SMP berinisial KP, 14, RF, 14, dan MM, 14.
"Setelah kami panggil dan tanyakan, ternyata kejadian itu terjadi dua pekan lalu pada 13 September 2024 sekitar pukul 20.00 WIB. Sempat terjadi tawuran antar sekolah, tapi tidak ada korban," katanya.
Baca juga : Dua Polisi Metro Jaya Diproses Hukum karena Pungli
Polsek Tanah Sareal juga menjemput dua anak yang tempat tinggalnya di luar Kampung Munjul. Pada saat itu juga, dibantu ketua RT dan tokoh pemuda setempat, dikumpulkan anak-anak yang terlibat dalam video berikut orangtua mereka.
Mereka mengakui memang terjadi aksi pengacungan senjata tajam seperti yang terekam dalam video viral namun dalam pemanggilan, mereka tak bisa menunjukkan senjata tajam tersebut.
"Disaksikan orangtua masing-masing, anak-anak ini berjanji tidak mengulangi lagi, dengan membuat surat pernyataan, dan ditandatangani oleh seluruh pihak," kata Ariani. (Ant/P-3)
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orangtua, agar lebih proaktif dalam menjaga dan mengarahkan anak-anak mereka.
Tersangka RM mengetuk pintu rumah korban. Saat korban membuka pintu rumah, dia langsung dihujani bacokan.
Kepada para orangtua dan tokoh lingkungan serta guru harus mengingatkan kepada remaja-remaja yang ada di sekitarnya agar tidak melakukan tawur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved