Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Polres Metro Tangerang Kota menciduk lima dari belasan remaja yang konvoi dan hendak tawur di Jalan Anggaran, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.
Kelima remaja yang masih di bawah umur, yaitu IF, 15, AK, 14, MN, 15, MAR, 15, dan MFM, 13. Dari tangan mereka petugas menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan tiga unit sepeda motor yang dikendarai untuk konvoi.
Kapolsek Ciledug Komisaris Ubaidilah, mengatakan ke lima remaja yang masih berusia sekolah tersebut diciduk saat konvoi di Jalan Raya Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang. "Saat itu jumlah mereka belasan orang. Namun, saat dikejar mereka berpencar," ujarnya, Senin (21/10)
Lima orang di antaranya kemudian masuk ke Jalan Anggaran (TKP penangkapan). Di situlah mereka dapat diamankan berikut barang bukti senjata tajam dan tiga sepeda motor yang dikendarai.
Dari keterangan yang diperoleh petugas, mereka telah janjian dengan kelompok remaja lain untuk melakukan tawur di depan Komplek Bharata, Karang Tengah, Kota Tangerang.
Akibatnya, lima orang remaja tersebut digelandang ke Polsek Ciledug untuk dilakukan pemeriksaan. "Saat ini para pelaku kami amankan ke Polsek Ciledug untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena mereka bawa sajam, maka kasusnya kita proses sesuai ketentuan yang ada."
Ubaidilah juga berharap kepada para orangtua dan tokoh lingkungan serta guru agar lebih mengingatkan kepada remaja-remaja yang ada di sekitarnya agar tidak melakukan tawur.
Bila mereka tawur dan membawa senjata, imbuhnya, akan diproses secara hukum. "Kepada orangtua khususnya, mohon awasi dan perhatikan pergaulan anak remajanya di luar rumah. Cari bila pukul 21.00 tidak ada di rumah, jangan sampai mereka tersandung persoalan hukum gara-gara ikut-ikutan tawuran," tandasnya. (J-2)
SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.
WARGA Jakarta dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa pada Jumat, (18/7). Tiga unit mobil sport supercar dengan desain visual mencolok, bersama tiga truk LED bergaya futuristik,
Polisi juga menyita 21 kendaraan roda dua (motor) yang digunakan untuk konvoi.
Selain memantau konvoi, Farhan juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk bersiaga penuh dalam upaya menjaga kebersihan kota.
Wagub Jabar, Erwan Setiawan memastikan perayaan gelar juara Persib Bandung akan digelar dalam bentuk konvoi dari Gedung Sate menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung.
Bila ada oknum masyarakat yang masih membandel, pasti akan menerima konsekuensi hukum.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved