Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TEPI jalan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) tak terlepas dari persoalan sampah. Kondisi sampah ini terus jadi sorotan. Sebab warga masih saja membuang sampah sembarangan di tepi jalan.
Sampah-sampah tersebut bentuknya sudah seperti pulau karena tidak diangkut petugas kebersihan.
Pulau- pulau sampah terpantau di Jalan Raya Bogor, Kilometer 29, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.
Baca juga : Pemkot Depok Terapkan OTT, Buang Sampah Sembarangan Tetap Marak
Kemudian tepi Jalan Pekapuran arah Tapos, tepi Jalan Nangka arah Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Sukamaju Baru, tepi Jalan Dongkal, Sukatani.
Sampah-sampah didominasi sampah plastik, sampah rumah tangga hingga pembungkus nasi.
Sampah ini menimbulkan bau tidak sedap, sehingga warga yang melintas harus menutup hidung.
Baca juga : Timbungan Sampah Pasar Tugu Depok Menggunung hingga 5 Meter
"Kalau dibuang di tempat yang tidak ada rumah, masih lumayan Bang. Tapi ini di depan ruko kami pun dibuang orang sembarangan,” kata Nasrun pemilik ruko di Jalan Pekapuran, Minggu (28/7).
Ia mengaku sudah menyampaikan masalah tersebut kepada ke pihak Pemerintah Kelurahan maupun Kecamatan Cimanggis. Namun hingga kini masih ada saja orang yang membuang sampah sembarangan di sekitar ruko
"Pernah anak buah saya melihat dan menangkap orang yang membuang sampah di sini. Bahkan hampir terjadi pertengkaran. Tapi hingga kini sampah masih terus menumpuk bak pulau di depan ruko saya," kata Nasrun.
Baca juga : Bertahun-tahun Gagal Raih Adipura, Pemerintah Kota Depok tidak Malu
Menurut Nasrun, pembuangan sampah itu dilakukan warga yang melintas pada malam hingga pagi hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KDLHK) Kota Depok Abdul Rahman atau Abra tak menampik di daerahnya sampah berserakan dan menumpuk.
"Ya, betul. Nanti sampah tersebut perlahan-lahan kita bersihkan dan angkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung," kata Abra, Minggu (28/7).
Abra mengatakan kondisi TPA Cipayung saat ini sedang bermasalah, akibatnya truk sampah untuk pulang pergi lama. "TPA Cipayung sudah kelebihan muatan sampah perlu waktu geser-geser," tukasnya. (KG/Z-7)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Asep mengatakan selama ini sampah dari kawasan PIK masih dibuang ke TPST Bantargebang. Di sisi lain, Asep menyinggung soal kondisi Bantargebang yang sudah penuh.
“Bersih-bersih sungai ini selain untuk mencegah banjir juga untuk meningkatkan volume debit air untuk PDAM,”
Kapolsek Johar Baru Komisaris Saeful Anwar, membenarkan terkait kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah menahan E dan telah ditetapkan tersangka dalam kasus yang menewaskan pria lansia itu.
Jika persoalan sampah di TPA Cipayung tidak tertangani, kondisi longsor dan sampah menutup sungai akan sering terjadi manakala turun hujan di daerah hulu
Kejari Depok telah melakukan aksi peduli lingkungan bersama relawan Peduli Ciliwung dengan membersihkan sampah di bantaran sungai
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved