Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN isu cleansing guru honorer atau pemberhentian 107 orang guru honorer di sekolah negeri di Jakarta baru-baru ini sangat mengagetkan. Kebijakan itu pun sepatutnya dapat dievaluasi dengan cermat.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E dari Fraksi PKS, Muhammad Thamrin, kemarin. Di samping itu, ia akan segera meminta keterangan dan penjelasan dari Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta terkait hal ini.
Thamrin melanjutkan, Plt Kadisdik akan diundang dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tatap muka untuk menjelaskan secara gamblang, terbuka dan komprehensif.
Baca juga : Perekrutan Guru Honorer Maladministrasi, Pemprov DKI Salahkan Kepala Sekolah
“Kita bedah alasan dan motivasinya, serta latar belakangnya, ada apa dibalik kekisruhan ini?,” kata Thamrin.
Di sisi lain, masih menurut Thamrin, dirinya mencoba mencari info di lapangan dan yang didapati adalah tidak meratanya sebaran guru, termasuk penempatan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang pengangkatannya sudah berjalan tiga kali sejak 2022 silam.
Dan ia mendapati info, ternyata ada sekolah yang sudah cukup guru, baik dari unsur PNS, P3K dan PJLP, namun masih mengambil tenaga guru honorer.
Baca juga : Ini Penjelasan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Soal Penghapusan Guru Honorer
“Ini menjadi pertanyaan kami, kenapa Kepala Sekolah masih nekat mengambil tenaga honorer, sementara tidak dibutuhkan dan sekarang berujung kisruh,” ucapnya.
Thamrin memaparkan, sejauh pantauan di daerah pemilihannya (dapil) Jakarta Timur VI, cleansing dilakukan untuk mata pelajaran (mapel) yang memiliki terlalu banyak guru.
“Sedangkan untuk mapel yang masih kekurangan guru, tentu masih bisa adanya guru honorer untuk bekerja sesuai kebutuhan dan kesepakatan dengan sekolah masing-masing,” jelas pemilik suara terbesar pada Pileg 2024 ini.
Baca juga : Cleansing Guru Honorer, Dinas Pendidikan Harus Komunikasi dengan BPK
Thamrin juga pernah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) dengan sampel beberapa sekolah di dapilnya, ternyata banyak juga sekolah yang kekurangan guru karena pensiun.
“Ada Kepala Sekolah yang menyampaikan ke Disdik tetapi Disdik tidak menindaklanjutinya,” katanya lagi.
Ini sangat dilematis, bila terjadi pembiaran dari Disdik, terlepas apapun alasan internalnya.
Baca juga : P2G: Keputusan Cleansing Guru Diskriminatif dan tidak Menjunjung Hak Asasi Pendidik
“Kami minta Disdik menyiapkan jawaban yang masuk akal sesuai dengan regulasi dan tupoksinya,” tegas Thamrin.
Thamrin juga khawatir, hal ini imbas dari tidak fokusnya Disdik mengelola semua ribuan sekolah karena Pj Gubernur belum juga melakukan penunjukkan Kepala Disdik yang definitif. Posisi ini sekarang dirangkap oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), yang juga sedang punya banyak pekerjaan rumah terkait kependudukan.
“Ini karena gubernurnya masih Pj, jadi kepala dinasnya atau kepala badan sampai ke kasudin (kepala suku dinas) di level Kota juga khususnya kepala-kepala sekolah banyak yang jadi Plt, ini sangat bisa menambah kekisruhan,” pungkasnya. (Put/Z-7)
Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, kembali mengangkat isu rendahnya tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
Pelantikan pengangkatan guru dan tenaga pendidikan tersebut akan dilaksanakan secara serempak pada Jumat (12/12).
Hetifah menekankan jika status honorer akan dihapus, tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan hak.
Selain penambahan insentif, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur untuk para guru.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, masih perlu menjadi perhatian serius karena mereka berada di garda terdepan dalam proses pendidikan.
Politkus PKS itu mengeklaim, pihaknya selalu konsisten menyuarakan agar melepas saham di PT Delta Djakarta.
Indonesia Muda Bicara direncanakan menjadi agenda rutin bulanan yang dilaksanakan secara luring, serta diperkuat melalui aktivitas di media sosial.
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
Sekjen PKS Muhammad Kholid menilai kritik Pandji Pragiwaksono lewat stand up comedy sebagai dinamika demokrasi yang wajar dan perlu disikapi jernih.
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Kasus pembunuhan anak di Cilegon, Banten, dipicu motif ekonomi. Pelaku disebut terlilit utang setelah mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved