Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK guru honorer yang diberhentikan secara sepihak imbas di wilayah Jakarta. Hal itu merupakan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (TLHP BPK) tentang cleansing guru honorer di satuan pendidikan negeri. Berkaitan dengan itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Abdul Qadir meminta kepada Dinas Pendidikan Jakarta untuk melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Pemeriksa Keuangan untuk memberikan penjelasan terkait dengan kebutuhan guru honorer.
“BPK harus mendapat penjelasan dari Dinas Pendidikan Jakarta bahwa kenapa masih ada guru honorer. Karena kita membutuhkan tenaga honor untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Dudung saat dihubungi, Senin (15/7).
Menurut dia, pemberhentian secara sepihak yang dilakukan kepada guru honorer tidak dibenarkan. Pasalnya, guru honorer merupakan pihak yang rela mengabdi dan berdedikasi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Karenanya, pemberhentian sepihak bukanlah hal yang adil bagi guru honorer.
Baca juga : Guru Harus Jadi Profesi Nomor Satu di Indonesia
“Tidak hanya guru honorer, pemberhentian tenaga kependidikan, harus berdasrkan tahapan-tahapan yang sudah disiapkan sekolah. Ketika menerima dengan baik, dan berpisah pun harus proses yang baik. Kalau membuat kesalahan pasti harus ada peringatan pertama, kedua dan ketiga. Kalau benar adanya tanpa ada pemberitahuan, tanpa ada konsep awal, sebenarnya secara kemanusiaan tidak dibenarkan,” beber Dudung.
Ia pun berharap, guru honorer lebih diperhatikan lagi kesejahteraannya. Dudung berharap, pemerintah mengangkat guru-guru honorer yang telah mengabdi kepada bangsa menjadi tenaga P3K maupun ASN agar dapat terus berkontribusi bagi kecerdasan bangsa.
“PGRI mendorong kebijakan pemerintah, tidak ada lagi guru honorer tapi guru honorer menjadi ASN. Selain itu kesejahteraan guru honorer perlu terus diperjuangkan. Jangan hanya dituntut kapasitas bagus, tapi mereka juga harus diperhatikan kesejahteraannya,” pungkas Dudung. (Ata/Z-7)
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Kasus guru honorer SDN Brabe 1, Mohammad Hisabul Huda, dihentikan melalui restorative justice setelah mengembalikan Rp118 juta.
DPR RI menyesalkan penetapan tersangka dan penahanan terhadap seorang guru honorer di Probolinggo, Jawa Timur, yang bekerja sambil menyambi sebagai Pendamping Lokal Desa.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, kembali mengangkat isu rendahnya tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan revolusi.
Sejumlah guru membeli makanan tradisional jenang saat aksi borong dagangan di Pasar Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur.
PGRI mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang memberikan rehabilitasi kepada dua tenaga pendidikan Abdul Muis dan Rasnal asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan
TKA merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan pada nilai integritas dan kejujuran.
Seorang guru bernama Melani Wamea, 31, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved