Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Idul Adha 2024, Pertamina Patra Niaga terus melakukan monitor pergerakan kebutuhan BBM dan elpiji di masyarakat. Terpantau terjadi peningkatan Biosolar dan gas elpiji 3 Kg.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan peningkatan tersebut sudah diantisipasi dengan penambahan penyaluran ke lembaga-lembaga penyalur.
"Untuk elpiji 3 Kg telah disiapkan tambahan 11,4 juta tabung dan penyaluran sudah dilakukan secara bertahap sejak minggu lalu hingga nanti masa Idul Adha. Penyaluran Solar kemarin juga mencapai 5% diatas normal," ujar Irto dalam keterangannya, Minggu (16/6).
Baca juga : Pertamina Tambah 11,4 Juta Gas Elpiji 3 Kg untuk Idul Adha
Irto mengatakan penambahan ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM dan gas elpiji 3 Kg masyarakat pada masa Idul Adha yang juga bertepatan dengan akhir pekan.
Hingga akhir Mei 2024, tercatat penyaluran elpiji 3 kg mencapai 3.37 Juta Metrik Ton (MT), Biosolar 6.9 Juta Kilo Liter (KL) dan Pertalite 12.53 Juta KL.
Selain memastikan ketersediaan BBM dan elpiji subsidi, Pertamina Patra Niaga juga menjamin ketersediaan produk non subsidi yaitu Pertamax Series, Dex Series, dan Bright Gas di seluruh outlet dan lembaga penyalur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan bahwa Pertamina berkomitmen dan selalu siap melayani kebutuhan BBM dan elpiji bagi masyarakat, termasuk pada momentum libur Idul Adha 1445 H.
"Ketersediaan dan penyaluran energi akan membantu masyarakat menikmati liburan saat long weekend dan hari raya bersama keluarga," tandas Fadjar. (van)
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Nilainya mencapai lebih dari Rp 17 triliun jika dikonversikan dalam kurs Rupiah.
Sementara kapal-kapal milik Pertamina sebagian besar telah berusia tua dan dinilai tidak efisien karena berisiko tinggi mengalami kerusakan dan kecelakaan.
Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut akan memberikan dampak ganda, baik dari sisi pengurangan impor bahan bakar maupun penurunan emisi gas rumah kaca.
Amien megaskan pendekatan tersebut berisiko menimbulkan ketakutan dan kehati-hatian berlebihan di kalangan pengambil keputusan serta menciptakan iklim ketidakpastian hukum.
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
DISPARITAS harga antara minyak kelapa sawit dengan solar yang menjadi bahan baku biodiesel mendorong terjadinya kenaikan dana produksi BPDPKS harus mengubah alokasi dana pembiayaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved