Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Idul Fitri 2024 minyak goreng kemasan merek Minyakita dan curah mengalami kelangkaan dan mahal di pasar tradisional yang ada di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
"Pagi tadi kami memonitoring ritel-ritel pedagang Pasar Tugu, dan di sana tidak ada Minyakita dan curah," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin Nasution, Selasa (26/3).
Menurut pengakuan pedagang, kata Ikhwan, pihaknya kesulitan dalam memenuhi persediaan di pasar tradisional tersebut sejak pekan lalu.
Baca juga : Kabar Baik! Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Depok Berangsur Turun
"Persediaan Minyakita dan curah di Pasar Tugu habis sejak pekan lalu, pedagang kesulitan mendapatkan dua jenis minyak itu," kata Ikhwan.
Kalaupun Minyakita dan curah tersedia, kata Ikhwan harganya mahal.
"Harga minyakita biasanya Rp16 ribu per liter dan kini menjadi Rp18 ribu per liter. Adapun minyak curah biasanya Rp15 ribu per liter menjadi Rp16.200 per liter," sambungnya.
Baca juga : Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Kota Depok Kian Melambung Tinggi
Ikhwan menjelaskan alasan minyak goreng merek Minyakita dan curah mahal dan sulit didapat di pasaran karena minyakita dan curah menjadi minyak yang digemari oleh setiap konsumen, makanya di pasar-pasar rakyat berkurang kirimannya," ujar Ikhwan.
Dikatakan Ikhwan, minyakita dan curah adalah merek minyak goreng yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Juli 2022 sebagai produk untuk menekan harga minyak goreng yang tinggi.
"Minyakita dan curah tidak hanya di pasar tradisional tetapi Minyakita dan curah ini sudah masuk ke pasar-pasar modern, ritel modern, banyak orang sekarang sudah membeli Minyakita dan curah, karena kualitas Minyakita dan curah sama dengan merek premium," imbuh Ikhwan.
Baca juga : Beras Subsidi Pemerintah Menghilang di Pasar Tradisional Depok
Dari monitoring yang dilakukan Selasa, Ikhwan juga menemukan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Harga cabai rawit hijau menjelang Idul Fitri 2024 atau pada hari ini melambung dari Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp37 ribu per kilogram.
Harga bawang merah Brebes ukuran sedang hari ini naik dari Rp30 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram dan harga tomat merah hari ini naik menjadi Rp23 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp22 ribu per kilogram
Kepala UPTD Pasar Kemirimuka, Budi Setyanto, Kepala UPTD Pasar Cisalak, Budi Haryanto, Kepala UPTD Pasar Sukatani, Tri Handoko, dan Kepala UPTD Pasar Agung, Raden Hermawan kompak mengaku dalam monitoring pangan dan kebutuhan pokok mengalami kelangkaan dan mahal.
Baca juga : Harga Cabai di Agam makin Pedas, Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Minyak goreng merk Minyakita dan curah, ujar mereka mulai kosong di pasar tradisional mendekati Idul Fitri 2024, kalau pun tersedia harganya mahal.
Hal itu dikarenakan, rata-rata semua pedagang minyak goreng tidak memiliki stok Minyakita untuk dijual.
Dengan begitu, para pedagang hanya menjual minyak goreng kemasan Bimoli minyak goreng kemasan Fortune, minyak goreng kemasan Sania, minyak goreng kemasan tropical, dan minyak goreng kemasan sunco. (KG/Z-7)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mendesak kepada produsen untuk menambah pasokan minyak goreng khususnya MinyaKita.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved