Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDAGANG Pasar Anyar Kota Tangerang menghentikan proses pemagaran revitalisasi pasar tradisional tersebut. Mereka menilai Pemda Kota (Pemkot) Tangerang ingkar janji atas kesepakatan bersama dengan pedagang.
''Pemagaran pada sisi timur pasar ini kami stop karena Pemkot ingkar janji," Kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar Zaenudin, Selasa (6/2).
Awalnya, ungkap Zaenudin, pada saat pertemuan dengan para pedagang di Aula Kantor Kecamatan Tangerang beberapa waktu lalu, Pemkot yang diwakili Camat Tangerang, Yudi Pradana dan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati, berjanji hanya akan memagar sebelah utara pasar.
Baca juga : Pedagang Pasar Anyar Harap Relokasi ke Pasar Mambo Terealisasi
Kemudian, lanjutnya, pemagaran itu akan berlanjut setelah para pedagang di relokasi ke Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan, di Jalan Kisamaun.
Namun kenyataannya, kata Zaenudin, sebelum relokasi terlaksana, pemagaran berlanjut hingga ke sisi Timur. Bahkan material pemagaran, juga sudah didrop di sebelah barat atau depan pasar, sehingga para pedagang merasa resah.
"Tolong hentikan pemagaran ini, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," pinta Zaenudin.
Baca juga : NasDem Desak Pemkot Tangerang Segera Relokasi Pedagang Pasar Anyar
Setelah terjadi dialog dengan koordinator proyek, akhirnya pemagaran dihentikan dan para pedangan kembali ke kiosnya masing-masing.
Lebih jauh Nurdin menjelaskan, sebanyak 563 pedagang masih bertahan di Pasar Anyar. Mereka siap meninggalkan tempat, setelah Pemkot menyiapkan relokasi di Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
"Sebelum tempat relokasi itu siap, kami akan tetap bertahan," tandasnya.
Baca juga : Pedagang Pasar Anyar Tangerang Tolak Relokasi
Senada pula dengan Wakil Ketua Paguyuban Pasar Anyar Gufron Sulaiman. ia menambahkan para pedagang memilih bertahan bukan karena tidak mendukung revitalisasi.
'Kami sangat mendukung, apalagi revitalisasi ini merupakan proyek nasional," paparnya.
Hanya saja, kata dia, para pedagang meminta agar di relokasi terlebih dahulu ke Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
Baca juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Kawasan Kuliner Pasar Lama Ditutup Lusa
"Kalau begini caranya, Pemkot akan mematikan penghasilan pedagang secara pelan-pelan dan kami akan tetap melawan," cetusnya.
Dikonfirmasi masalah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman membenarkan, pemagaran keseluruhan pasar akan dilakukan setelah lokasi relokasi di Pasar Mambo dan Pasar Anyar siap di tempati.
"Beberapa hari ini saya di luar Kota dan tidak mengikuti perkembangan, silahkan konfirmasi ke Camat Tangerang,' katanya melalui pesan whatsApp.
Baca juga : Pasar di Kota Depok Boleh Buka Hingga Pukul 21.00 WIB
Sementara itu Camat Tangerang, Yudi Pradana dan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang saat ditanya masalah tersebut tidak merespon. (Z-8)
Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026 menyebut kebijakan KTR di Jakarta sejalan dengan semangat APCAT.
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Pemerintah Kota Tangerang siap mendukung pengembangan konektivitas transportasi di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Kawasan township CitraRaya Tangerang kini menjadi salah satu magnet utama wisata di wilayah barat Jakarta yang menawarkan kombinasi rekreasi, kuliner, dan belanja dalam satu kawasan mandiri.
Berdasarkan hasil penyidikan, aliran dana sebesar Rp960 juta diduga mengalir kepada kepala desa.
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Tim penyidik sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap fakta hukum dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved