Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENOLAKAN terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR) kembali menguat. Koalisi UMKM Jakarta menegaskan aturan yang sedang difinalisasi Bapemperda DPRD DKI itu tidak sejalan dengan kondisi ekonomi warga kecil.
“Pedagang kecil saat ini situasinya terseok-seok. Sekarang, kita makin dibelenggu dengan Ranperda KTR yang tak bisa diterima, tak rasional. Jangan asal ketuk palu lah,” tegas Juru Bicara Koalisi UMKM Jakarta, Izzudin Zindan dalam keterangannya, Senin (17/11)
Ia menilai beberapa pasal dalam rancangan aturan justru berpotensi mematikan usaha rakyat kecil, terutama yang bergantung pada pendapatan harian.
Bagi pedagang warteg, warung kelontong, hingga pedagang kopi keliling, pasal pelarangan penjualan dan perluasan zona tanpa rokok hingga ruang makan umum menjadi ancaman serius. Zindan mengkritik kewajiban penyediaan ruang merokok terpisah yang mustahil diterapkan di warung kecil.
"Gimana caranya kami diharuskan buat ruang merokok terpisah, sementara luas warteg maksimal hanya 4x6 meter? Tidak mungkin! Ini berarti kami disuruh kucing-kucingan sama aparat. Ngeri banget ini!” kata pria yang juga Ketua Komunitas Warung Merah Putih (KMP).
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
Petisi itu menyoroti pasal pelarangan penjualan rokok, perluasan kawasan tanpa rokok, dan dampaknya terhadap usaha rakyat. Lintas komunitas pedagang mulai dari WMP, Kowarteg, Pandawakarta, Kowantara, Kowartami hingga UMKM Remojong sepakat aturan tersebut perlu ditinjau ulang secara menyeluruh.
Perwakilan Koperasi Warung Tegal (Kowarteg), Tanuri, menyebut wakil rakyat gagal membaca realitas ekonomi bawah. Ia mengaku omset wartegnya makin merosot sejak beberapa bulan terakhir.
"Saya saja yang jualan warteg 24 jam, sekarang jam 10 malam sudah sepi banget. Pedagang kecil sudah setengah mati, jungkir balik mempertahankan sewa ruko. Wakil rakyat sadar nggak sih? Ekonomi kita lagi susah, pengurangan karyawan banyak. DPRD terjun ke lapangan dulu, survei dulu,” tegasnya.
Data Koalisi UMKM menunjukkan jumlah warteg aktif di Jabodetabek merosot tajam dari sekitar 50 ribu menjadi 25 ribu unit. Bagi mereka, warteg bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang hidup ribuan pekerja dan keluarga.
Karena itu, pasal pelarangan merokok di rumah makan, kewajiban ruang merokok terpisah dari bangunan utama, dan larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari satuan pendidikan dinilai akan makin mempersempit ruang usaha. (Far/P-3)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Aksi solidaritas ini menjadi gambaran bahwa masyarakat dan aparat memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga ketertiban dan menciptakan kedamaian.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kepedulian terhadap para korban demo yang berujung ricuh, dengan menyiapkan berbagai bantuan yang dibutuhkan korban dari aparat dan sipil
Presiden merujuk pada dokumen HAM internasional yang diatur dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Para alumni UNJ mendesak penegakan hukum yang tegas terkait meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meminta aparat tindak tegas pelaku penjarahan yang mengancam keselamatan pribadi dan aset negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved