Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Aparat di SPBU Cipinang, Tiga Pegawai Jadi Korban

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 09:13
Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Aparat di SPBU Cipinang, Tiga Pegawai Jadi Korban
Salah satu operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang dianiaya oleh pelaku yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Abud Mahmudin (28) di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).(ANTARA/Siti Nurhaliza)

TIGA pegawai SPBU 3413901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang yang diduga merupakan aparat. Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (22/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB ini mengakibatkan para korban mengalami luka fisik serius.

Ketiga korban tersebut adalah Ahmad Khoirul Anam (staf), serta dua operator SPBU, yakni Lukmanul Hakim dan Abud Mahmudin. 

Akibat kejadian tersebut, Khoirul Anam mengalami luka tamparan di pipi, Lukman dipukul di bagian rahang kanan, sementara Abud mengalami luka paling parah.

Abud Mahmudin, 28, menceritakan bahwa saat keributan pecah, ia sebenarnya hanya berniat memantau situasi karena mendengar kegaduhan di area depan SPBU. Ia mengaku tidak terlibat dalam perdebatan atau mengeluarkan sepatah kata pun.

"Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja," ujar Abud saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2).

Namun, ia justru menjadi target sasaran pelaku. Sebelum melayangkan pukulan, pelaku sempat menunjuk-nunjuk ke arahnya. Pukulan pertama mengenai mata, disusul serangan bertubi-tubi di area pipi dan dekat telinga.

"Pertama kena di mata, ditonjok. Saya agak pusing juga," ungkapnya.

Akibat kekerasan tersebut, Abud mengalami patah gigi dan luka di area mulut yang membuatnya sangat tersiksa. 

"Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi," jelasnya. 

Kondisi ini membuat Abud kesulitan untuk makan dan berbicara. Bahkan, saat momen berbuka puasa, ia merasakan nyeri yang cukup mengganggu. 

"Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja masih ngilu," tambahnya.

Menanggapi insiden tersebut, pemilik SPBU, Ernesta, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polsek Pulogadung yang berlokasi tepat di seberang SPBU.

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi, Senin (23/2).

Para korban diketahui telah menjalani visum di RS Polri Kramat Jati pada Senin (22/2) pukul 14.00 WIB sebagai bagian dari proses pembuktian hukum. 

Selain laporan ke pihak kepolisian, kasus ini juga telah mendapat perhatian dari pihak internal aparat. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya dilaporkan telah mendatangi lokasi kejadian di SPBU Cipinang untuk melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan oknum anggotanya. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya