Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah gemerlapnya kehidupan perkotaan Jakarta, sejalan dengan perkembangan dan kemajuan warga, Perumda Dharma Jaya terus melakukan gebrakan baru hadir untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang semakin tinggi.
Djawara Fried Chicken, sebuah produk unggulan terbaru di dunia kuliner, hadir sebagai jawaban untuk memuaskan selera masyarakat Jakarta yang dinamis dan kian beragam.
Karena itulah, Perumda Dharma Jaya melihat kebutuhan tersebut sebagai sebuah peluang bisnis untuk memperluas usaha komersial perusahaan. Dengan membidik potensi komersial bisnis makanan siap saji melalui peluncuran Djawara Fried Chicken.
Baca juga: Perumda Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Jelang Nataru Aman, Bahkan Meningkat
Direktur Utama (Dirut) Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan peluncuran Djawara Fried Chicken dilakukan bersamaan dengan peresmian Djawara Meat Shop pertama di Jl Mampang Prapatan IX, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).
“Untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Jakarta yang semakin cepat dan dinamis, kami menghadirkan makanan cepat dan siap saji dengan nama Djawara Fried Chicken bagi masyarakat luas. Memang produk ini masih terbatas, karena masih trial. Jadi masih dijual di Djawara Meat Shop Mampang dan di kantor Perumda Dharma Jaya di Cakung,” kata Raditya.
Produk berupa nasi matang dilengkapi ayam goreng yang renyah dibanderol dengan harga Rp15.000.
Baca juga: DJawara Meatshop, Strategi Baru Dharma Jaya Meningkatkan Potensi Komersial di Mampang
Menurut Raditya, Djawara Fried Chicken ini tidak kalah dengan produk paket ayam goreng lainnya. Pihaknya menjamin, daging ayam goreng yang ditawarkan kepada masyarakat luas berasal dari ayam yang sehat, diproduksi dengan tingkat higienis yang tinggi dan tentu dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan masyarakat.
“Memang harganya kita tentukan Rp15.000 per paket, itu sudah dengan nasi dan ayam goreng. Kenapa kami berani memberikan harga sebesar itu? Karena moto kami adalah membuat makanan yang sehat, higienis dan bergizi bagi masyarakat. Jadi warga bisa menikmati renyah, gurih dan garingnya ayam goreng khas Djawara Fried Chicken. Dagingnya ini adalah kualitas yang terbaik,” ujar Raditya.
Keunggulan lainnya, menurut Raditya, nasi yang ada dalam produk Djawara Fried Chicken berasal dari beras terbaik milik PT Food Station Tjipinang Jaya, yang merupakan salah satu BUMD DKI bergerak di bidang ketahanan pangan.
“Djawara Fried Chicken dijamin kehalalannya, karena produknya berasal dari produk terbaik. Nasinya saja berasal dari beras terbaik PT Food Station Tjipinang Jaya. Jadi di sini juga ada sinergisitas dan kolaborasi antar BUMD DKI yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Yang pasti harganya terjangkau di kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000. Optimis sekali bisa bersaing dengan yang lain,” tutur Raditya.
Di tempat terpisah, Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, mengatakan perusahaannya ingin mengembangkan bisnis end to end. Dengan kata lain, konsep bisnis yang mencakup seluruh proses awal hingga akhir dan memberikan solusi fungsional yang lebih lengkap kepada masyarakat.
“Kenapa Djawara Fried Chicken? Karena salah satunya Perumda Dharma Jaya mempunyai konsep bisnis end to end, dari awal hingga akhir. Mulai dari rumah penggemukan hewan, rumah potong hewan, kandang, cold storage, sampai daging kita jual kepada masyarakat,” kata Irwan.
Kemudian, lanjut Irwan, pihaknya melihat ada satu peluang usaha dari sisi komersial yang dapat dikembangkan perusahaannya, yaitu makanan siap saji atau ready to eat seperti Djawara Fried Chicken dan ready to cook seperti sosis, bakso dan produk olahan lainnya.
“Sehingga kebutuhan pelanggan atau masyarakat di Jakarta bisa dipenuhi oleh Perumda Dharma Jaya. Paling tidak, kita menawarkan pengalaman one stop shopping kepada masyarakat di Perumda Dharma Jaya. Tidak usah kemana-mana lagi, belanja saja di Perumda Dharma Jaya,” pungkas Irwan. (Z-1)
UNTUK memastikan warga mendapatkan akses pangan terjangkau, Perumda Dharma Jaya mengoptimalkan pelaksanaan pasar murah di seluruh wilayah DKI Jakarta.
PERUMDA Dharma Jaya menetapkan target penggandaan kapasitas penggemukan sapi hingga mencapai 10.000 ekor pada tahun 2026, dari sebelumnya hanya 5.000 ekor.
Sektor swasta maupun pemerintah juga harus melakukan pembuatan izin jika ingin melakukan pengelolaan parkir.
PERUMDA Dharma Jaya menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keterbukaan informasi di tengah isu dugaan manipulasi pajak yang sempat mencuat.
PERUMDA Dharma Jaya mencatatkan kinerja komersial yang solid di tengah upaya memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan Ibu Kota.
PERUMDA Dharma Jaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme sebagai perusahaan pangan daerah, sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global berkelanjutan.
Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersantai dan menikmati hidangan lezat bersama orang terdekat.
SOFITEL Bali Nusa Dua Beach Resort mengajak Anda merayakan Tahun Baru Imlek melalui “Flavours of Prosperity”, sebuah perayaan makan malam yang menyambut hangat tahun kuda.
Perayaan Natal tidak hanya identik dengan dekorasi meriah dan momen kebersamaan keluarga, tetapi juga dengan ragam makanan khas Natal dari berbagai negara.
ibis Styles Medan Pattimura mempersembahkan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan pengalaman Natal dan Tahun Baru yang menyenangkan
Thailand dikenal dengan kulinernya yang kaya rempah, bercita rasa kuat, dan mudah diterima lidah orang Indonesia.
Chef Syrco sering mengundang para produsen, petani, dan nelayan untuk merasakan sendiri hasil bumi mereka di restorannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved