Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN jembatan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) menghadapi tantangan dan hambatan akibat hujan lebat dan banjir yang terus terjadi beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok Oki Rahmat Jatnika mengatakan masih tetap optimis dan percaya bahwa pembangunan jembatan Mampang bisa selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.
"Meski saat ini proses pembangunannya masih tahap pembangunan, namun Dinas PUPR yakin jembatan Mampang ini sudah bisa dioperasikan sebelum akhir tahun 2023, " ungkapnya, Sabtu (2/12).
Namun ia mengaku pembangunan jembatan Mampang memang ada keterlambatan dari target yang dijadwalkan. Hal itu disebabkan hujan yang terus-terusan turun dan mengguyur Kota Depok.
Baca juga: Sudah 10 Jam Lima Titik Banjir di Depok Belum Juga Surut
“Tapi kita masih yakin ini bisa diselesaikan,” ucap Oki menjelaskan.
Dikatakan Oki waktu pengerjaan proyek jembatan ini terbilang mepet. Selain waktu pengerjaan yang hanya kurang dari 3 bulan, musim penghujan juga menjadi ancaman serius pembangunan jembatan yang menelan anggaran negara hingga Rp8 miliar tersebut.
Diungkapkan batas waktu pembangunan jembatan Mampang ini adalah 22 Desember 2023 mendatang. Selama 3 bulan pengerjaan, progres pembangunan jembatan ini sudah mendekati rampung.
Baca juga: Jalan Sawangan Depok Tergenang Air hingga 50 Cm, Banyak Motor Jadi Korban
“Kita telah minta kontraktor agar berupaya memaksimalkan," ucap dia.
Diketahui saat ini sejumlah wilayah di Kota Depok sudah mulai diguyur hujan. Kondisi itu tentu menjadi ancaman serius untuk pembangunan, salah satunya pembangunan jembatan Mampang.
Seperti diketahui, pembangunan jembatan Mampang terletak di Jalan Sawangan RW 11, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Jembatan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang diandalkan warga sekitar Sawangan Depok.
(Z-9)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota hingga Kamis sore.
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
Hingga Selasa (13/1) pagi, titik genangan yang sebelumnya sempat meluas kini berangsur surut dan menyisakan 28 Rukun Tetangga (RT) serta enam ruas jalan.
Beberapa daerah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih terendam banjir rob pada Kamis malam, meskipun situasi genangan mulai menurun di sejumlah lokasi.
Sejumlah kawasan di Jakarta Barat, seperti Pesing Poglar dan Jelambar Baru, terimbas banjir rob akibat meluapnya air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved