Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR-akhir ini sudah mulai cerah, namun hujan masih kerap muncul dan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue atau DBD, terutama saat hujan turun hampir setiap hari.
Kepala Seksi (Kasie) Surveilans dan Imunisasi di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Noviani, mengingatkan genangan air kecil sekalipun perlu diwaspadai. Menurutnya, banyak warga masih menganggap sepele wadah-wadah kecil yang terlihat tidak berbahaya, padahal bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Noviani menilai pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dalam rumah hingga halaman sekitar. Ember, pot bunga, kaleng bekas, tempat minum hewan, hingga talang air perlu dicek secara berkala, terutama setelah hujan deras yang bisa jadi genangan.
Warga juga diminta tidak hanya fokus pada genangan air yang terlihat besar. Banyak kasus justru berawal dari wadah kecil yang luput dari perhatian karena letaknya tersembunyi atau dianggap tidak berisi air.
“Nyamuk DBD bisa hidup walaupun airnya cuma satu sendok,” ungkap Noviani.
Selain genangan, lingkungan yang kotor juga memicu risiko penyakit lain di musim hujan. Sampah yang menumpuk, selokan tersumbat, serta area rumah yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit.
“Bersihkan lingkungan rumah, jangan ada air tergenang di dalam maupun luar,” ujarnya,.
Noviani menyarankan masyarakat melakukan langkah pencegahan secara rutin, bukan hanya saat ada kasus DBD di lingkungan sekitar. Upaya sederhana seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas agar tak menjadi genangan. Ini dinilai efektif menekan risiko DBD saat intensitas hujan meningkat. (H-4)
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota hingga Kamis sore.
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
Hingga Selasa (13/1) pagi, titik genangan yang sebelumnya sempat meluas kini berangsur surut dan menyisakan 28 Rukun Tetangga (RT) serta enam ruas jalan.
Beberapa daerah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih terendam banjir rob pada Kamis malam, meskipun situasi genangan mulai menurun di sejumlah lokasi.
Sejumlah kawasan di Jakarta Barat, seperti Pesing Poglar dan Jelambar Baru, terimbas banjir rob akibat meluapnya air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved