Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengemukakan kritik terhadap Instruksi Sekretaris Daerah DKI Jakarta (Insekda) yang mengimbau warga untuk gemar berjalan kaki guna mengurangi polusi udara di Jakarta.
Imbauan itu tercantum dalam Insekda Nomor 66 Tahun 2023 terkait Upaya Percepatan Penurunan Tingkat Pencemaran Udara Sekda Provinsi DKI Jakarta.
"Kalau tinggalnya di Kebayoran Lama, terus kerjanya di Balai Kota, ya gimana jalan kaki? Jalan kaki budaya yang baik, sehatnya juga dapat, kemudian pengentasan persoalan polusinya dapat," ujarnya, Kamis (7/9).
Baca juga: PB PMII Dorong Pemerintah Gratiskan Transportasi Publik untuk Atasi Polusi di Jakarta
Namun, ia mengatakan tidak semua karyawan yang memiliki tempat tinggal dekat dengan kantor masing-masing. Ia mengusulkan, justru Pemprov DKI Harus mendorong warga agar bisa beralih menggunakan transportasi publik.
"Ketika kita bicara perbaikan kualitas udara, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana memigrasikan mereka dari kendaraan pribadi ke transportasi publik," jelasnya.
Baca juga: Pentingnya Lindungi Diri dari Polusi Udara
Ia mengatakan, Pemprov DKI harus melakukan sosialisasi ke warga terkait penanganan polusi seperti menggunakan kendaraan umum.
"Itu jadi barangkali yang paling utama adalah bagaimana Pemprov gencar melakukan sosialisasi mengenai arti pentingnya tanggung jawab warga ibukota untuk membuat kualitas udara Jakarta menjadi lebih baik dengan menggunakan transportasi publik, kalau jalan kaki menurut saya sih rasa-rasanya agak sulit," ujarnya. (Z-6)
Penggunaan benda sederhana di rumah, seperti botol air mineral, sudah bisa memberikan dampak signifikan bagi mereka yang sudah berumur.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Penelitian Harvard mengungkap perempuan lansia cukup berjalan 4.000 langkah sehari untuk menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung hingga 27%.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Ia menekankan kesiapan armada menjadi kunci agar layanan berjalan efektif sejak awal operasional.
PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta resmi menambah opsi pembelian tiket melalui aplikasi GoPay.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved