Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengatakan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) hanya bersifat reaktif jika tidak dibarengi kebijakan strategis.
Menurutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat perlu mengendalikan sumber polusi dari pabrik - pabrik sekitar.
"Kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor, perbaikan dan insentif bagi pengguna transportasi publik dan perluasan dan perlindungan bagi pengguna sepeda ke kantor (bike to work)," jelasnya kepada awak media, Senin (21/8).
Baca juga: ASN Dinas LH DKI Dilarang Bawa Kendaraan BBM Tiap Rabu
Ia menjelaskan, untuk jangka panjang, WFH bukan solusi. Hal itu dikarenakan tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dalam rumah.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerapkan WFH bagi 50% ASN DKI guna menekan polusi udara yang memburuk belakangan ini. WFH ini diberlakukan mulai hari ini hingga 21 Oktober mendatang.
Baca juga: ASN DKI WFH 50%, Kualitas Udara Jakarta Tetap tidak Sehat
Kualitas udara di Jakarta hari ini masih dalam status tidak sehat. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di situs Air Quality Index, skor udara di Jakarta sempat menyentuh angka 186 pada pukul 07.00 WIB.
Skornya kemudian menurun menjadi 160 pada pukul 08.00 WIB. Namun, angka itu tetap menunjukkan bahwa kualitas udara di ibu kota pada level tidak sehat.
Data-data tersebut juga membuktikan bahwa kebijakan kerja dari rumah atau 'Work From Home' (WFH) minimal 50% bagi para ASN DKI tidak efektif memperbaiki kualitas udara.
Sebagaimana diketahui, mulai 21 Agustus hingga 21 Oktober mendatang, Pemprov DKI memberlakukan sistem 50% WFH. Jumlah kapasitas WFH ini bahkan lebih besar lagi bagi kantor-kantor Pemprov DKI yang berada di sekitar area pertemuan KTT ASEAN yakni. Angkanya ditetapkan mencapai 75%.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang imbauan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta kebijakan work from home (WFH) hingga 1 Februari 2026.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai turut memengaruhi mobilitas masyarakat.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau pekerja swasta dan ASN di DKI Jakarta menerapkan work from home akibat cuaca ekstrem yang melanda DKI dan sekitarnya.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengimbau pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta menerapkan work from home atau bekerja dari rumah akibat cuaca ekstrem yang melanda DKI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung resmi mencabut kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia memastikan seluruh ASN kembali berkantor mulai hari ini (3/9)
Meskipun banyak yang berharap Work From Home (WFH) bisa mengatasi burnout, kenyataannya WFH tidak selalu menjadi solusi efektif bagi kesehatan mental pekerja.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved