Jumat 06 Januari 2023, 20:11 WIB

Mutiliasi Jenazah Angela dilakukan 2 Minggu Usai Dibunuh

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Mutiliasi Jenazah Angela dilakukan 2 Minggu Usai Dibunuh

ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Petugas memasang garis polisi di rumah kontrakan tempat ditemukan jasad wanita dimutilasi di Desa Lambangsari, Kabupaten Bekasi.

 

KASUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardi Marasabessy menyebut tersangka kasus pembunuhan M Ecky Listiantho (34) memutilasi tubuh Angel Hindriati Wahyuningsi (54) setelah dua minggu membunuhnya.

"Dua minggu setelah dibunuh baru dimutilasi," ujar Resa, ketika dihubungi, Jumat (6/1).

Atas perbuatannya, Ecky dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Jo Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan pemberatan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun.

"Pasal 340, 338, 339 (sangkaan pasal)," kata Resa.

Sebelumnya, polisi memastikan wanita yang ditemukan tewas dalam kondisi dimutilasi di sebuah rumah kontrakan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi bernama Angela Hindriati Wahyuningsi (54).

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya memastikan identitas korban dengan mengedepankan scientific crime investigation.

"Hasil pemeriksaan DNA hari ini hasil kolaborasi antara kedokteran forensik RS Bhayangkara atau RS Polri Kramat Jati dan Laboratorium Forensik Polri mengindikasikan bahwa korban terkonfirmasi Angela Hindriati," kata Hengki, melalui keterangannya, Jumat (6/1).

Hengki mengatakan berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik, diduga Angela dibunuh sekitar November 2021. Dalam kurun waktu satu tahun lebih, tersangka menyimpan jasad korban di kontrakan yang kerap ditempati oleh tersangka ketika tidak berada di rumahnya.

Hengki mengatakan selanjutnya tim penyidik Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan mendalami terkait motif pembunuhan yang diduga dilakukan oleh tersangka M Ecky Listiantho (34). Hengki mengatakan pihaknya akan melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) dan juga psikiatri forensik untuk mengungkap kasus ini.

Baca juga: Tersangka Mutilasi di Bekasi Dijerat Pasal Berlapis

"Tim menganalisa motif dan latar belakang tersangka yang melakukan tindak kejahatan yang cukup keji ini," katanya.

Diketahui, tersangka kasus pembunuhan dengan mutilasi M Ecky Listiantho (34) diduga menjalin hubungan dengan Angela.

Kakak Angela, Turyono Wahadi mengungkapkan pihak keluarga mengetahui nama Ecky dari rekan kerja Angela. Berdasarkan informasi, Ecky dan Angela menjalin hubungan atau berpacaran.

"Berpacaran menurut saya. Tetapi, saya tidak tahu sejak kapan, karena tidak kenal dengan pelaku," kata Turyono, kepada Media Indonesia, Jumat (6/1).

Turyono menyebut pihak keluarga terakhir kali mendapatkan kabar dari Angela pada 2019 lalu. Saat itu Angela diketahui berada di Bandung, Jawa Barat dalam rangka melaksanakan tugas dari kantornya.

Pada Senin (24/6/2019), Turyono mengatakan bahwa Angela masih berkomunikasi di grup Whatsapp kantornya. Angela menyampaikan bahwa dirinya dalam perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta. Namun, setelah itu tidak ada lagi kabar darinya.

Pihak keluarga kemudian mencari informasi keberadaan Angela ke teman dan sahabatnya. Namun, belum membuahkan hasil. Turyono kemudian melapor ke Polda Jawa Barat pada 26 Juni 2019 untuk mencari keberadaan Angela.

Tiga setengah tahun berselang, muncul kabar mengenai keberadaan Angela. Namun nahas, Angela ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Angela diduga menjadi korban pembunuhan dan jasadnya ditemukan di Tambun, Kabupaten Bekasi.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA

KAI Gandeng BPKP Untuk Rampungkan Proyek LRT Jabodebek

👤Ficky Ramadhan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 23:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkolaborasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk merampungkan pembangunan...
DOK MI

Kasus Polisi Peras Polisi, Kompolnas: Jeruk Makan Jeruk

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:08 WIB
KOMISIONER Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus viralnya kasus Bripka Madih serta penyidik yang diduga memeras di kasus...
Dok.Medcom

Polri Harus Cermat dan Tanggap Tangani Kasus Polisi Peras Polisi

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 20:10 WIB
Hibnu menjelaskan bahwa pihak Kepolisian harus segara melakukan mediasi antara Madih dengan penyidik yang diduga melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya