Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur Kota Bekasi sekitar 2,5 jam mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Genangan air merendam bagian badan jalan yaitu Jalan Pekayon-Galaxy, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Rawalumbu, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kartini.
"Baru hujan sebentar, Kota Bekasi sudah banjir. Pemerintah harus cepat cari solusi atasi banjir ini," kata Joko Haryo, warga Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (7/9).
Joko yang sudah lebih dari 25 tahun tinggal di Kota Bekasi mengaku kondisi banjir yang kian memburuk mulai terjadi sejak 5 tahun terakhir.
"Dulu ada siklus banjir 5 tahunan. Itu pun kalau hujannya seharian. Tapi sekarang udah gak jelas. Baru saja hujan sebentar, sudah banjir di Bekasi," jelasnya.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengeluarkan laporan mengenai kejadian banjir di Kota Bekasi. Banjir akibat hujan besar disertai petir juga diketahui terjadi pada Selasa (4/10) lalu.
Kepala BPBD Kota Bekasi Enung Nurcholis mengatakan terdapat 2 jenis kejadian bencana akibat hujan deras di antaranya genangan banjir dan rumah roboh.
Baca juga: Warga Kampung Gembrong Kini Gembira
"Kami langsung mengirimkan tim penanggulangan ke lokasi," ujar Enung.
Dijelaskannya, genangan banjir di Kota Bekasi terjadi di antaranya di Kecamatan Pondok Gede yaitu perumahan Jatibening Baru dengan ketinggian air 75 sentimeter. Kemudian perumahan Jatibening Permai 65 cm, perumahan Antilope Al-Hakim RT 13/07 Jaticempaka 70 cm.
Kemudian di Kecamatan Jatiasih, tepatnya di perumahan Dosen IKIP ketinggian air 110 cm. Kecamatan Rawalumbu di antaranya perumahan Narogong Jembatan 1-2 ketinggian air 70-90 cm, Jalan Lumbu Timur IV RW 32 ketinggian air 20-40 cm.
Selanjutnya di Kecamatan Bekasi Barat persisnya Perum Duta Kranji ketinggian air 25 cm.
Selain banjir, lanjut dia, BPBD Kota Bekasi juga mencatat kejadian rumah roboh yang berada di Jalan Curug Cempaka RT 03/01 Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede. Dilangsir bangunan tersebut sudah tua dan terjadi kerapuhan tidak menampung lagi beban karena hujan. Terdapat 4 anggota keluarga yang mengungsi ke tetangga.
Ia mengungkapkan, data dampak banjir itu merupakan hasil sementara karena dampak hujan curah yang cukup deras telah mengakibatkan beberapa kejadian yang masih terjadi.
"Kami akan selalu berikan informasi untuk tindak lanjut serta menjadi bahan evaluasi dari Pemerintah Kota Bekasi," pungkasnya. (OL-16)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Jawa Barat, menerapkan kebijakan work from home bagi aparatur sipil negara atau WFH ASN setiap Jumat mulai 10 April 2026.
Harga kedua komoditas itu turun sebesar 5,53 persen untuk bawang merah dan 1,25 persen bawang putih honan. Harga bawang merah kini menjadi Rp38.968 per kilogram.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa gelombang atmosfer tropis terpantau berada di fase netral sehingga tidak berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Saat ini kawasan TPU Cikadut secara administratif masih berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).
Dalam masa liburan Lebaran 2026 di Jawa Barat telah terjadi kontradiksi antara ledakan kunjungan wisatawan dengan kualitas pelayanan di lapanga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved