Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGACARA keluarga Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J selesai menjalani pemeriksaan sebagai pelapor dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap kliennya. Kuasa hukum menanyakan handphone (hp) hingga baju yang dikenakan Brigadir J saat ditembak.
"Kita juga bertanya-bertanya tentang apakah handphone daripada almarhum Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat sudah ketemu atau belum, mereka semua (polisi) tidak ada yang berani menjawab," kata pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, hari ini.
Kamaruddin pun menyatakan siap berkirim surat kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto untuk menanyakan langsung terkait tiga hp Brigadir J. Sebab, dia meyakini data di telepon genggam itu telah dihapus.
"Saya bilang mereka tidak berani menjawab, lalu mereka bilang biar sebaiknya saya bersurat ke Kabareskrim atau kepada Dirtipidum (Brigjen Andi Rian Djajadi)," ungkap Kamaruddin.
Selain itu, Kamaruddin juga mengaku menanyakan soal pakaian Brigadir J, mulai baju dalam, celana, hingga kaos kaki. Apakah sudah disita atau belum. Pasalnya, pakaian itu adalah bukti kuat dalam peristiwa tembakan tersebut.
"Mereka juga tidak busa menjawab, maka di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tadi dituangkan, saya pertanyakan juga bahwa hp-nya hilang. Kemudian pakaian terakhir yang dipakai baju PDH (pakaian dinas harian) juga hilang," ucap Kamaruddin.
Menurut dia, baju itu penting dipertanyakan. Sebab, kalau ditembak mati pasti ada bolong dan bercakan darah pada baju tersebut.
"Kalau ditembak dari belakang otaknya, darahnya bercucuran kena ke baju. Kemudian dilukai di pundak kanan tentu bajunya juga rusak karena sampai luka terbuka apakah itu karena golok atau sayatan kita belum tahu. Dengan ada bajunya akan ketahuan. Karena dia (Brigadir J) luka terbuka akan berdarah," jelas Kamaruddin.
Bercakan darah di baju itu, kata dia, bisa dilakukan pencocokan DNA ke dokter forensik. Guna memastikan darah di baju itu darah Brigadir J.
Dia menduga baju itu telah dikuasai penyidik. Kemungkinan berada di dia lokasi, yakni rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan atau di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurutnya, baju itu harus diungkap ke publik.
"Kalau RS polri menghilangkan baju itu, apa kepentingan dokter-dokter itu. Apakah Brigadir J dibawa ke RS dalam kondisi telanjang tidak mungkin atau mungkin bajunya dibuka di rumah dinas, karena itu baju dan hp adalah barang bukti yang sangat perlu," tutur Kamaruddin. (OL-4)
Pengacara Alvin Lim meninggal dunia saat mendapat perawatan di RS Mayapada, Tangerang, Banten, Minggu (5/1). Sempat menyampaikan Ferdy Sambo tidak ditahan di Lapas Salemba
Hakim Agung ini dinilai memiliki catatan buruk karena sempat menganulir vonis terpidana pembunuhan berencana eks Kadiv Propam Ferdy Sambo dari hukuman mati menjadi seumur hidup.
ORANG tua mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigardir J mengajukan gugatan perdata senilai Rp7,5 miliar terkait perbuatan melawan hukum.
Orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarata, yang dikenal sebagai Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, mengajukan gugatan terhadap Ferdy Sambo
Menkumham membantah pernyataan pernyataan pengacara Alvin Lim yang menyebut Ferdy Sambo tidak pernah tidur di Lapas Salemba.
ADVOKAT Alvin Lim tidak gentar atas ultimatum pengacara bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Arman Hanis. Arman bakal memproses hukum bagi pihak yang menyebarkan kebohongan soal kliennya.
Secara konstitusional, Polri berada di bawah Presiden sebagai bagian dari cabang eksekutif.
KOMISI Kepolisian Nasional atau Kompolnas mendorong Polri untuk tidak berhenti pada penghukuman terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro, Kapolres Bima Kota nonaktif atas dugaan kepemilikan
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved