Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi memastikan tidak akan menilang pemotor yang mengenakan sandal jepit saat berkendara. Itu hanya sekadar imbauan demi keselamatan.
"Penegakkan hukum itu tidak harus tilang, untuk narasi akan ditilang itu tidak benar, tidak ada penilangan. Dengan imbauan diharapkan masyarakat sadar untuk keselamatannya sendiri," kata Firman saat dikonfirmasi, Rabu (15/6).
Firman mengatakan Polri bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, dalam beberapa tupoksi itu Polri mengutamakan pencegahan.
Korlantas Polri menggelar Operasi Patuh Jaya selama 14 hari mulai 13-26 Juni 2022. Operasi kali ini, imbuh dia, mengangkat tema tertib berlalu lintas dan melindungi aset bangsa.
"Aset paling berharga adalah sumber daya manusia (SDM) itu sendiri," ujar jenderal bintang dua itu.
Firman menekankan pihaknya tidak menitikberatkan pada jumlah pelanggar yang akan ditilang atau diberi hukuman, melainkan meningkatkan kesadaran untuk patuh terhadap aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Masyarakat kita perlu diingatkan, diimbau, diedukasi tentang hal-hal yang menyangkut keselamatan jalan. Ini tindakan perlindungan, pencegahan, preventif dari kepolisian baik selama operasi ataupun tidak," tutur dia.
Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Diimbau tidak Pakai Sandal Jepit
Sebelumnya, Firman mengimbau pengendara sepeda motor tidak menggunakan sandal jepit. Menurutnya, pemotor lebih baik menggunakan sepatu demi keselamatan di jalan raya.
"Mohon maaf saya bukan me-stressing (menekankan) pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas," ujar Firman dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6).
Dia berharap masyarakat tidak mengeluhkan soal imbauan itu. Menurut dia, biaya membeli sepatu tidak sebanding dengan perlindungan yang didapatkan.
“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu," ungkap Firman.
Menyusul itu, muncul sebuah berita di salah satu media online yang menyebutkan Polri bakal menilang pemotor yang memakai sandal jepit. Informasi itu menjadi sorotan banyak pihak.(OL-5)
Haidar Yaafi menegaskan bahwa problem lalu lintas di Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota metropolitan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan pelebaran jalan atau rekayasa fisik semata.
Budi membeberkan ada sejumlah jalan yang terdampak dari kegiatan Reuni Akbar 212 ini. Masyarakat diminta menghindari jalan tersebut.
Penggunaan sirene dan strobo tidak serta-merta bisa dilakukan sembarang pihak. Ada ketentuan jelas kapan digunakan dan kapan tidak.
Dalam unggahan di media sosial, masyarakat meminta agar penggunaan sirene dan strobo ini diutamakan untuk kendaraan dengan kebutuhan urgensi.
PENDIRI Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam menyampaikan imbauan dari Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho agar jemaah menaati aturan lalu lintas.
TANGGAL 19 September resmi ditetapkan sebagai Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nasional.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Jika kondisi ini diabaikan, keausan komponen mesin akan dipercepat, performa kendaraan menurun drastis, dan risiko kerusakan serius—termasuk korosi—menjadi sangat tinggi.
Pengendara sepeda motor kadang menghadapi dilema ketika menghadapi hujan dan banjir, apakah harus menghentikan kendaraan atau tetap melanjutkan perjalanan.
SEPEDA motor listrik premium asal Indonesia, Alva, berpartisipasi dalam EICMA, pameran otomotif roda dua terbesar dunia di Milan, Italia.
Faktor borosnya konsumsi bahan bakar dari setiap kendaraan tidak hanya disebabkan oleh cara berkendara saja, melainkan modifikasi di berbagai bagian juga turut memengaruhi.
Pengendara sepeda motor dapat menghemat BBM dengan cara mengendarai motornya secara halus, tidak membejek gasnya secara mendadak ke RPM tinggi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved