Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta masih memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%. Sejauh ini, belum ada keputusan untuk menghentikan PTM di tengah penyebaran penyakit hepatitis akut misterius.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Diketahui, telah ditemukan 21 kasus hepatitis akut di Jakarta.
Baca juga: Menkes: Surveilans Penanganan Hepatitis Akut Sudah Disiapkan
Dari 21 kasus, sebanyak 14 orang, termasuk 3 orang yang meninggal, berusia kurang dari 16 tahun. Untuk 7 orang lainnya telah usia 16 tahun lebih.
Pada 14 orang yang berusia kurang dari 16 tahun. Semua masih dalam proses pemeriksaan hepatitis, atau belum lengkap sejenis pemeriksaan Hepatitis A-E. Sehingga, semua kasus masih berstatus 'pending clasification'.
Sedangkan 7 orang lainnya berusia 16 tahun lebih. Alhasil, tidak masuk kriteria WHO sebagai kewaspadaan hepatitis akut berat, yang belum diketahui penyebabnya.
Baca juga: Pakai Masker hingga Cuci Tangan Bantu Cegah Anak Terkena Hepatitis
"Termasuk PTM ini masih kita pelajari. Apakah akan kembali ke online. Kita akan lihat," imbuhnya.
WHO sudah menetapkan kejadian hepatitis akut misterius sebagai kejadian yang luar biasa di beberapa negara, karena banyaknya korban. Namun, di Indonesia penyebarannya masih sedikit.(OL-11)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved