Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur mengamankan uang senilai Rp984.000 dari dua pengemis perempuan yang membawa tiga anak di kolong fly over Pintu Tiga Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung.
Kepala Sudinsos Jakarta Timur, Purwono, di Jakarta, Selasa (1/2), mengatakan, hampir Rp1 juta uang diamankan dari tas dua pengemis perempuan itu pada Senin (28/2).
"Jangkauan atau penjemputan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) terdiri dari dua ibu rumah tangga berikut anak, dan keponakan," kata Purwoto saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/3).
Diduga uang terdiri dari pecahan Rp50 ribu, Rp20 ribu hingga uang koin tersebut hasil mengemis dalam sehari. Kedua ibu rumah tangga itu diduga sengaja membawa anak-anak agar warga merasa iba dan mau memberikan uang.
Dua anak yang dibawa masih usia balita dan satu lagi berusia 6,5 tahun.
Baca juga: Satgas: Indonesia Butuh 3 Modal Dasar Beralih Menuju Endemi Covid-19
"Dari hasil asesmen di lapangan bahwa anak ini diajak ibunya. Kemungkinan itu modus supaya orang melihatnya merasa iba. Sehingga yang diharapkan menurut ibunya dapat memberikan uang," lanjutnya.
Purwono menambahkan, dua perempuan yang membawa tiga anak saat mengemis ini merupakan target penjangkauan tim Sudin Sosial Jakarta Timur sejak beberapa minggu lalu.
Tim Sudin Sosial Jakarta Timur baru berhasil mengamankan keduanya karena mereka selalu kabur saat petugas tiba di lokasi.
"Selama ini saat mau dilakukan penjemputan mereka melihat kendaraan operasional Sudin itu lari. Tapi sekarang alhamdulillah sudah barhasil kami melakukan penjemputan," ujarnya.
Purwono menambahkan, kedua perempuan dan tiga anak itu kini sudah diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II Ceger, Cipayung, untuk proses pembinaan agar tidak berbuat serupa.
"Untuk uangnya (Rp984 ribu-Red) itu disimpan dari pihak panti, nanti saat mereka sudah ke luar atau dijemput keluarganya diserahkan kembali uangnya," lanjut Purwono. (OL-4)
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Melalui Satgas P3S (Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial), Kadinsos Premi Lasari mengatakan data hingga Agustus 2024, pihaknya berhasil menjangkau 4521 orang.
SATUAN Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) dinilai belum aktif-efektif dalam nuansa efektifitas penegakan peraturan daerah (Perda)
Razia yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun tersebut menyasar sejumlah lokasi di seluruh wilayah Kota Bekasi.
"Berbagai kegiatan seperti membuka usaha barber shop, membatik, melukis, menjadi desainer edukasi dan alih profesi lainnya merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan,"
Mereka dipekerjakan untuk mengamen, dan mengemis untuk mencari nafkah.
PENYANDANG Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) memasuki hari keempat Ramadan mulai menyerbu wilayah Kota Depok. Keadannya mulai menggangu warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved