Selasa 18 Januari 2022, 19:10 WIB

Polisi Sebut Ada 8 Orang yang Keroyok Anggota TNI AD Hingga Tewas

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Polisi Sebut Ada 8 Orang yang Keroyok Anggota TNI AD Hingga Tewas

Dok.MI
Ilustrasi meninggal dunia

 

POLISI menyebut setidaknya ada delapan pria yang mengeroyok anggota TNI inisial Pratu Sahdi (23) di Jalan Inpeksi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat membeberkan pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Penjaringan telah membuat tim khusus guna meringkus para pelaku pengeroyokan.

Tubagus membeberkan sebanyak empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban sudah dicokok polisi.

"Semua yang terlibat dalam pengeroyokan itu merupakan warga sipil. Dari empat orang, sebanyak tiga sudah ditetapkan tersangka sementara satu lagi masih pendalaman," papar Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa (18/1).

Tubagus mengatakan empat orang lain yang diduga terlibat penganiayaan kini tengah dalam pengejaran.

Polisi pun terus memburu pelaku utama yang termasuk dalam empat buronan, yakni Baharuddin. Pasalnya, Baharuddin ialah pelaku melakukan penusukan terhadap Pratu Sahdi.

Adapun dua pelaku lainnya yang menjadi DPO adalah Sapri dan Ardi. Maka, Tubagus pun meminta agar keempat tersangka segera menyerahkan diri ke kepolisian.

"Kepada tiga orang DPO ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti dari keterangan saksi, dokumen kamera atau pemutaran film dan alat bukti lainnya," terang Tubagus.

Baca juga: Polisi Terbitkan SP3 Kasus Mafia Tanah Tukang AC

Atas perbuatannya, keempat tersangka yang telah ditangkap bakal dijerat pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dan atau Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan hingga korban meninggal.

Sebelumnya, Anggota TNI ditemukan tewas tergeletak di Jalan Taman Waduk, Pluit, Jakarta Utara, Minggu (16/1) dini hari.

Korban bernama Sahdi, yang merupakan anggota Yonif Raider 303 TNI-AD itu, meninggal dunia akibat ditikam dan dikeroyok massa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membeberkan ada delapan saksi saat korban dikeroyok oleh pelaku.

Adapun kronologinya, menurut keterangan para saksi, awalnya datang empar orang pelaku dengan mengendarai dua motor.

Kemudian, lanjut Zulpan, pelaku  turun dan mendatangi para saksi satu per-satu menanyakan "Apakah kamu orang Kupang".

Saksi bernama Sofyan menjawab saya bukan orang Kupang saya orang Lampung.Setelah itu pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab.

Tanpa tedeng aling-aling, Zulpan menuturkan diamnya Sahdi membuat pelaku memukul korban.Bahkan, satu pelaku berkaos hitam mencekik leher Sahdi.

Tak dinyana, salah satu pelaku berkaos biru nekat menusuk Sahdi menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur.

Selanjutnya, pelaku kaos hitam dan berbaju biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku.

Termasuk korban dengan nama Samsul akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam pelaku. (OL-4)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Daya Tampung Sekolah di PPDB Kerap Diabaikan, Ini Imbauan Ombudsman Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:06 WIB
Faktanya, lanjut Dedy, ketentuan daya tampung ini seperti diabaikan oleh beberapa SMA dan SMK milik pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan...
AFP/Luis Robayo

Cegah DBD, Dinkes Kota Bekasi Sarankan 3M Bukan Fogging

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:00 WIB
Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati menegaskan terkait perkembangan DBD di Kota Bekasi fogging bukan untuk pencegahan tetapi untuk...
MI/Andri Widiyanto

Satu Mobil Formula E Akan Dipamerkan saat HBKB di Jakarta Minggu Nanti

👤Mohamad farhan Zhuhri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:46 WIB
"Mobil ini akan dipajang dan hanya 1," ujar Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya