Selasa 07 Desember 2021, 17:12 WIB

Trans-Jakarta Sering Kecelakaan, ini Kata Serikat Pekerja

Mediaindonesia.com | Megapolitan
Trans-Jakarta Sering Kecelakaan, ini Kata Serikat Pekerja

MI/Andri Widiyanto.
Armada bus Trans-Jakarta melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

 

SERIKAT Pekerja Transportasi Jakarta (SPTJ) menanggapi pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo yang mengatakan sekitar 248 kecelakaan lalu lintas melibatkan bus Trans-Jakarta selama tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta M Yana Aditya memaparkan jumlah kecelakaan bus Transjakarta sepanjang Januari hingga Oktober 2021. Dalam dokumen yang dia paparkan, ada 502 kecelakaan yang melibatkan bus Trans-Jakarta. Paling banyak terjadi pada Januari 2021 yakni 75 kecelakaan.

Pada Februari 2021, ada 63 kasus kecelakaan bus Trans-Jakarta. Pada Maret ada 72 kasus dan April ada 55 kecelakaan. Kecelakaan bus transjakarta pada Mei 2021 menurun menjadi 54 kasus, Juni 48 kasus, Juli 44 kasus, Agustus 22 kasus, September 42 kasus, dan Oktober 27 kasus.

Ketua Serikat Pekerja Transportasi Jakarta (SPTJ) Jan Oratmangun menyampaikan, pihaknya sangat prihatin dengan banyaknya kecelakaan tersebut. Untuk itu, sebagai bagian dari Trans-Jakarta, pihaknya meminta untuk segera melakukan evaluasi sistem yang saat ini di Trans-Jakarta.

"Serikat pekerja menilai kualitas layanan menurun. Ini dampak pemberlakuan berbagai kebijakan yang lebih mengutamakan profit oriented dibandingkan pemberdayaan sumber daya manusianya," kata Jan dalam keterangan resmi, Selasa (7/12).

Dari kebijakan profit oriented terjadilah subkebijakan efisiensi anggaran di tingkat lapangan. Kebijakan efisiensi, menurut SPTJ, tergolong salah kaprah. Beberapa contoh yang bisa menjadi perhatian karena kebijakan itu membuat tidak ada lagi petugas di bus yang seharusnya bisa menjadi pengingat bagi pramudi demi memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Ini menjadi salah satu hal yang harus diperhatian oleh perusahaan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Contoh kebijakan salah kaprah lain yaitu fungsi kontrol Trans-Jakarta sebagai regulator tidak berjalan dengan baik. Fungsi kontrol operasional yang tadi dilakukan oleh petugas pengendalian di setiap koridor/rute dengan skema tiga petugas pengendali saat ini dikerucutkan hingga hanya satu orang di setiap koridor. Karenanya, pengawasan terhadap perilaku mengemudi pramudi di koridor untuk menerapkan standar pelayanan minimum menjadi lemah.

"Kembalikan fungsi dan marwah Trans-Jakarta ke hakikatnya transportasi publik yang benar-benar menerapkan standar pelayanan minimum (SPM) yang tentu berbasis padat karya untuk menyerap tenaga kerja, bukan berbasis padat teknologi," pintanya. Ia juga meminta peningkatan kualitas layanan sesuai standar SPM dengan menempatkan lagi petugas PLB di dalam bus agar layanan menjadi baik dan masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi menggunakan transportasi publik.

Baca juga: Temui Dirut Transjakarta, Polisi Akan Tekankan Soal Manajemen SDM

"Selain itu, perlu dikuatkan kembali fungsi kontrol dan pengawasan Trans-Jakarta sebagai regulator terhadap operator. Bagaimana masyarakat mau naik Trans-Jakarta kalau kualitas layanan buruk, tidak aman, dan tidak nyaman. Boleh lakukan efisiensi dan mengunakan sistem, tetapi jangan salah kaprah dan mengabaikan keselamatan,” pungkasnya. Untuk itu, serikat pekerja meminta pertemuan bipartit semua serikat yang ada di Trans-Jakarta dengan manajemen untuk membahas kinerja dan perbaikan di perusahaan. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Fakhri Hermansyah.

PTM 100% di Kota Depok Digelar 24 Januari 2022

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 18 Januari 2022, 14:40 WIB
Depok, merupakan salah satu daerah berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 yang wajib...
Metro TV

Pasca-Hujan Deras, 10 RT di Jakarta Barat Kebanjiran

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 18 Januari 2022, 14:20 WIB
WILAYAH Ibu Kota diguyur hujan dengan intensitas lebat sejak pagi hari. Hal ini membuat sejumlah wilayah tergenang khususnya di Jakarta...
ANTARA

Hujan Deras, Jalan di Tanjung Duren Terendam Banjir

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 13:48 WIB
saat ini ketinggian air masih belum surut, beberapa petugas saluran air di lokasi masih bekerja menyurutkan air yang menyelimuti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya