Rabu 13 Oktober 2021, 21:05 WIB

Anggota Polresta Tangerang yang Smackdown Mahasiswa Minta Maaf

Hendrik Simorangkir | Megapolitan
Anggota Polresta Tangerang yang Smackdown Mahasiswa Minta Maaf

Medcom/tangkapan layar
M. Fariz, seorang mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Banten Raya yang dibanting hingga dipiting anggota kepolisian.

 

ANGGOTA Polresta Tangerang, Brigadir NP, meminta maaf ke seorang mahasiswa bernama Fariz, atas kekerasan yang dilakukannya saat aksi di kantor Bupati Tangerang. Selain itu, NP pun meminta maaf atas kelakuannya itu kepada seluruh elemen mahasiswa.

"Tadi yang bersangkutan (NP) sudah bertemu dengan Pak Kapolda (Irjen Rudy Heriyanto), dan beliau juga sudah minta maaf kepada korban," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Rabu (13/10).

Wahyu membenarkan jika NP telah bertindak di luar dari standar operasional prosedur (SOP) soal pengamanan. Terkait sanksi, dia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Divisi Propam Mabes Polri.

"Kami masih menunggu penyelidikan dari Div Propam Mabes Polri, biro Paminal. Mereka sudah melakukan pemeriksaan, tentunya tidak hanya kepada oknum tersebut tapi juga petugas pengawas dan pengendali di lapangan juga dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya. 

Baca juga: Kronologi Bentrokan Mahasiswa dan Polisi di HUT Kabupaten Tangerang

Menurut Wahyu, perwira pengendali dan beberapa orang yang ikut melakukan kegiatan pengamanan ikut diperiksa. Selain itu, Wahyu menjelaskan sebanyak 19 mahasiswa pun tengah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya, terkait kejadian tersebut. 

"Tetap kita lakukan pemeriksaan di mana aturannya sudah jelas. Nanti hasil pemeriksaan akan kita evaluasi lagi," ucap dia. 

Sebelumnya, viral video aksi kekerasan polisi pada warga sipil. Seorang mahasiswa dibanting oleh anggota kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Bupati Tangerang, Kabupaten Tangerang, Banten. 

 Video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan seorang aparat kepolisian tengah memiting seorang mahasiswa yang melakukan demonstrasi. Kemudian, mahasiswa itu dibanting hingga terkapar dan mengalami kejang. (Medcom/A-2)

Baca Juga

ANTARA

Penumpang KRL Terus Meningkat, KAI Commuter Minta Prokes Tetap Ditaati

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:00 WIB
semakin banyak pengguna yang kembali memanfaatkan KRL Commuter Line untuk beraktivitas terutama di hari...
MI/RAMDANI

Tanggapi Laporan LBH, Pemprov DKI Tegaskan Optimal Tangani Pandemi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:45 WIB
Pemprov DKI menegaskan secara optimal dan berupaya maksimal untuk utamakan keselamatan warga dari risiko paparan...
MI/Andri Widiyanto

Tes PCR Jadi Syarat Terbang, YLKI: Kebijakan Diskriminatif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:15 WIB
Harga Eceran Tertinggi (HET) tes PCR di lapangan kerap diakali oleh provider atau oknum dengan istilah PCR Ekspress, yang katanya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya