Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PESTA minuman keras (miras) yang diduga oplosan di Kota Bogor merenggut korban jiwa. Korbannya adalah sopir-sopir angkutan kota (angkot).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat pesta miras, lima orang menjadi korban dengan 4 diantaranya meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu titik di kawasan Pancasan, Kota Bogor yang memang sering dijadikan tempat berkumpulnya para sopir angkot, Selasa (12/10) malam.
Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan persnya, Rabu (13/10) mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Dugaan meninggalnya supir angkot karena miras, saat ini Polresta Bogor masih melaksanakan penyelidikan termasuk melaksanakan olah TKP dan mencari di mana mereka melaksanakan pesta miras termasuk dari mana mereka mendapatkan miras tersebut.Apakah oplos sendiri, atau bagaimana nanti kami sampaikan pengembangannya,"kata Kapolresta.
Baca juga : Lantik Pejabat Baru, Anies Minta Tuntaskan Target hingga 2022
Sementara untuk korban, pihaknya juga masih mencari data lengkap dan pastinya.
"Sementara ini sedang didata ya korbannya. Untuk korbannya masih belum pasti, tetapi terakhir tiga orang meninggal,".
Pun dengan waktu kejadiannya pastinya masih belum tahu juga jenis minumannya.
"Masih baru perlaporan pelaporan ya. Nanti kita tindak lanjuti ya. Apakah warga kabupaten atau mungkin kota. Tetapi prinsipnya dengan alasan kemanusiaan kita akan melaksanakan olah TKP,"ungkapnya.
Untuk mengetahui secara menyeluruh, termasuk tentang keberadaan tempat kejadian yang diduga aering menjadi tempat nongkrong para sopir angkot, pihaknua akan melakukan evaluasi.
"Dievaluasi semuanya. Semua tempat berpeluang untuk jadi tempat pesta miras, sehingga warga diharapkan melaporkan ke kepolisian apabila memang ada tempat tempat yang dijadikan pesta miras,"pungkasnya. (OL-2)
Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas unsur, di antaranya BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, TNI dan Polri, relawan SAR serta masyarakat setempat
Imigrasi Bogor bongkar sindikat penipuan 13 WNA Jepang di Sentul City. Gunakan seragam polisi Jepang dan suara radio palsu untuk kuras rekening korban.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
IK meninggal dunia saat dalam penanganan medis di RS Dokter Hafidz (RSDH) pada Senin (10/2) dinihari.
Mereka mencampur miras jenis aseng atau arak ginseng dengan minuman kemasan Kuku Bima dan Hydro Coco.
Jumlah korban dugaan keracunan seluruhnya sebanyak 12 orang, 8 di antaranya tewas.
Tiga pemuda berinisial DS, AA, dan PP, warga Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan.
Para pemuda itu telah minum alkohol 70% yang dioplos dengan minuman berenergi dalam bentuk serbuk
Saat dibawa ke rumah sakit, ketiga korban sudah dalam kondisi kritis. Mereka kemudian mendapat perawatan intensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved