Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menetapkan 16 orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go mengatakan para tersangka diduga merupakan pelaku perusakan masjid tersebut. Donny menerangkan seluruh tersangka yang diamankan merupakan warga Sintang.
"Polda Kalbar sudah menetapkan 16 orang tersangka sampai dengan pagi hari ini. Perannya diduga sebagai pelaku perusakan," kata Donny saat dihubungi, Selasa (7/9).
Donny mengatakan saat kejadian polisi berfokus untuk melakukan pengamanan dan melindungi warga setempat dari amukan massa. Pihaknya tak menangkap kelompok yang bertindak anarkis.
"Menghadapi pengunjuk rasa yang jumlahnya cukup banyak dan sudah emosi, tidak harus dengan tindakan tegas. Itu bisa berdampak terhadap kerugian yang lebih besar, soft approach pun menjadi langkah yang bijak," ujar Donny.
Menurutnya, tindakan kepolisian selama di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang dan terukur.
Baca juga: NasDem Desak Polisi Segera Tuntaskan Perusakan Masjid Ahmadiyah
Sebelumnya, kejadian perusakan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang terjadi pada Jumat (3/9) siang. Donny mengatakan pengrusakan tersebut diduga dipicu oleh warga yang kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional Masjid Ahmadiyah. Padahal, warga menuntut agar masjid itu dibongkar.
"Mereka kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional di tempat ibadah. Sedangkan massa menuntut agar tempat ibadah dibongkar," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Pers dan Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia Yendra Budiana menyebut sebelum kejadian ada orang yang memprovokasi warga untuk merobohkan masjid Ahmadiyah. Provokasi itu disampaikan lewat khutbah Jumat di Masjid Al-Mujahidin.
Lalu, setelah salat jumat, apel digelar di depan masjid. Massa kemudian meneriakkan takbir dan bergerak menuju masjid Ahmadiyah.
Massa sempat diadang aparat, namun akhirnya tak ada pencegahan. Massa pun lantas berupaya membakar bangunan yang berdiri di samping masjid. Namun, upaya masssa untuk membakar masjid tak berhasil. Mereka pun akhirnya melakukan aksi perusakan.(OL-5)
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Baznas kembali meluncurkan program Masjid dan Musala Bersih, Segar, dan Rapi (Berseri) dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M.
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Kondisi Masjid Syuhada Tamiang sebelumnya cukup memprihatinkan karena tertutup material lumpur, noda, serta kerak sisa bencana yang mengeras.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
SETARA Institute mengecam penyegelan masjid Ahmadiyah di Kota Banjar, Jawa Barat dan mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ono Surono Minggu (8/12) menyesalkan pelarangan dan penutupan akses jalan menuju lokasi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Kuningan.
Film ini bertujuan sebagai awerness campain atau membangun kesadaran publik agar bisa menerima aliran keyakinan lain yang secara sosiologis bagian dari negara yang harus dilindungi.
Lebih dari 2.200 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi DIY telah bergabung sebagai penyedia di marketplace mitra Toko Daring LKPP.
UNTUK ketiga kalinya, Depok mendapat predikat kota di Indonesia yang paling intoleran menurut penilaian Setara Institute. Apa kata wali kotanya?
Kedatangan Satpol PP Kota Depok ke Masjid Al-Hidayah untuk melakukan penyegelan ulang disertai dengan mobilisasi massa yang mengekspresikan kebencian terhadap JAI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved