Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH 8 ribu warga dari wilayah 2 dan 3 mengikuti kegiatan vaksinasi massal yang dimulai pukul 06.00 WIB, Rabu (23/6), di stadion patriot candrabhaga Kota Bekasi.
Ribuan warga Kota Bekasi itu berasal dari 8 kecamatan meliputi 4 kecamatan pada setiap wilayah dengan jumlah warga yang divaksin sebanyak 1.000 jiwa per kecamatan.
"Karena vaksinasi dimajukan dari jadwal semula (26 Juni) berarti pada 23 Juni 2021 hari ini dilakukan untuk wilayah 2 dan 3 secara bersamaan," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (23/6).
Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi kegiatan vaksinasi massal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memutuskan untuk memajukan jadwal pelaksanaan vaksinasi untuk wilayah 3 yang semula dijadwalkan pada 26 Juni 2021 dimajukan menjadi tanggal 23 Juni 2021.
Adapun vaksinasi massal untuk wilayah 3 meliputi 4 kecamatan yaitu Pondok Gede, Jatiasih, Pondok Melati, dan Jatisampurna. Sedangkan untuk vaksinasi wilayah 2, yaitu Bekasi Timur, Bantargebang, Rawalumbu, dan Mustika Jaya.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Pepen, pintu masuk untuk peserta akan diatur sedemikian rupa agar tidak terpusat pada satu titik. Tindakan itu agar tidak terjadi penumpukan dan penanganan penertiban vaksinasi massal akan lebih diketatkan lagi.
"Pemkot Bekasi memutuskan calon penerima vaksin harus dilakukan screening atau pemeriksaan kesehatan serta tes rapid swab antigen sehari sebelum pelaksanaan di puskesmas domisili," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Bekasi Majukan Jadwal Vaksinasi Massal Wilayah 3
Sehingga, lanjut Pepen, pada saat datang, peserta langsung menunjukkan bukti screening dan bisa langsung diberikan vaksin supaya tidak menyebabkan antrian panjang. Kemudian setelah diberi vaksin, peserta pun dibolehkan langsung pulang dengan catatan jangan lupa untuk memberikan berkas screening serta fotocopy KK dan KTP ke meja observasi dengan meninggalkan nomor telepon agar bukti telah vaksinasi dapat diinformasikan melalui sms.
Sejauh ini, Pemkot Bekasi terus melakukan vaksinasi massal untuk sasaran masyarakat di atas umur 18 tahun dan lansia yang bertempat di Stadion Patriot Candrabhaga. Target vaksinasi sebanyak 12 ribu jiwa yang meliputi 3 wilayah dengan masing-mssing wilayah terdiri dari 4 kecamatan dan jumlah peserta setiap kecamatan sebanyak 1.000 jiwa atau sekitar 4.000 jiwa per wilayah.
Pelaksanaan vaksinasi massal pertama telah diadakan pada 14 Juni 2021 yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo telah sukses untuk dijadikan percontohan bagi kota dan kabupaten lainnya.
Pelaksanaan vaksinasi massal yang kedua juga telah sukses dilaksanakan pada 19 Juni 2021 dengan peserta dari wilayah 1, yakni Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Medan Satria adapun total peserta vaksinasi massal kedua kurang lebih sebanyak 4.000 jiwa dan mengerahkan kurang lebih 250 vaksinator.(OL-5)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved