Selasa 22 Juni 2021, 13:02 WIB

Bima Arya Minta Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Basuki Eka Purnama | Megapolitan
Bima Arya Minta Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

ANTARA/Arif Firmansyah
Petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa tempat tidur pasien covid-19 di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat.

 

KETUA Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan covid-19 untuk menaikkan jumlah tempat tidur (bed) bagi pasien covid-19 menjadi di atas 30% dari total tempat tidur yang ada.

Menurut Bima, yang juga Wali Kota Bogor, Jabar, Selasa (22/6), hal itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif covid-19 di Kota Bogor.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: YR.03.03/III/4643/ 2020 tentang Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19.

Baca juga: Polda Metro Jaya Klaim Pembatasan Mobilitas Sukses Cegah Kerumunan

Dalam SE tersebut, salah satu poinnya menyebutkan agar rumah sakit melakukan konversi tempat tidur guna penyiapan kapasitas ruang isolasi dan ICU bagi pasien covid-19 sesuai standar.

Menurut Bima Arya, angka covid-19 di Kota Bogor saat ini mengalami lonjakan yang signifikan sehingga memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak untuk menekannya.

"Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit diimbau menyampaikan laporan secara real time. Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35%. Kemudian, menyiapkan tempat isolasi," kata wali kota Bogor ini.

Bima juga menjelaskan dampak dari melonjaknya kasus positif covid-19 adalah tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk pasien positif covid-19 di rumah sakit juga meningkat.

Dari 829 tempat tidur untuk pasien covid-19 di 21 rumah sakit rujukan di Kota Bogor, saat ini, terisi 643 pasien covid-19 atau 77,6%.

"Padahal, pada dua pekan lalu, BOR pasien covid-19 di Kota Bogor kurang dari 20%," kata Bima.

Menurut Bima Arya, lonjakan kasus covid-19 yang tinggi itu, jika tidak dilakukan penambahan tempat tidur untuk pasien covid-19, dalam dua pekan ke depan akan penuh.

Pemerintah Kota Bogor, saat ini, memanfaatkan Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi Kabupaten Bogor sebagai Pusat Isolasi Covid-19 yakni tempat perawatan pasien covid-19 tanpa gejala atau OTG.

Di Gedung Pusdiklat BPKP, saat ini, tersedia 100 tempat tidur untuk perawatan pasien OTG dari kapasitas 120 tempat tidur. Ruangan lainnya dimanfaatkan untuk ruang dokter dan perawat, ruangan obat, unit gawat darurat (UGD) dan ruang tindakan.

Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan pusat isolasi untuk pasien OTG di tempat lainnya, sehingga pasien covid-19 dengan gejala sedang dan berat difokuskan dirawat di rumah sakit. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Anies: 5% dari Kasus Aktif di Jakarta Bergejala Berat-Kritis

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 Juli 2021, 18:05 WIB
Gubernur DKI menyoroti banyaknya pasien covid-19 yang tidak mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit dan akhirnya meninggal...
MI/DEDE SUSIANTI

500 Paket Sembako Dibagikan ke Pengemudi Transportasi Umum di Bogor 

👤Dede Susianti 🕔Minggu 25 Juli 2021, 17:47 WIB
Menhub menjelaskan, terkait dengan syarat STRP bagi para pengemudi ojol tidak akan mempersulit para pengemudi ojol karena telah dibuat...
Antara

14 Jenazah Covid-19 Dikremasi Secara Gratis di TPU Tegal Alur

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 25 Juli 2021, 17:45 WIB
Fasilitas gratis yang baru saja dibuka ini diharapkan dapat menekan praktik kartel terhadap kremasi jenazah pasien covid-19 di DKI...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pegasus Spyware, Senjata Pembungkam Wartawan

 Konsorsium media internasional bersama Amnesty International melaporkan lebih dari 50 ribu nomor telepon menjadi target spyware Pegasus.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya