Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
JAUH dari kata pesta, namun tak mengurangi suka cita dan kehidmatan dalam perayaan Imlek 2021 yang digelar di Vihara Dhanagun, Jumat (26/2).
Pihak penyelenggara tidak ingin kehilangan momen, agenda rutin tahunan perayaan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) tetap dilakukan. Hanya saja dilakukan secara daring.
Yang hadir di Vihara Dhanagun kurang lebih hanya 50 orang saja. Itu pun sudah mencakup penyelenggara dan hanya pengisi acara saja.
Pantauan Media Indonesia di lokasi acara, protokol kesehatan benar-benar dilakukan secara ketat. Disinfektan lokasi sebelum acara dimulai, pengukuran suhu tubuh dan kadar oksigen, menyediakan masker, face-shield, hand sanitizer dan perlengkapan lainnya.
Selain itu, jumlah peserta acara yang dibatasi hanya sekitar 10 persen dari kapasitas lokasi di pelataran Vihara yang mana adalah ruang terbuka.
Seluruh acara disiarkan secara darinfg. Tampilan-tampilan seni budaya tetap ada, hanya semuanya berupa tayangan taping.
"Kita tidak mau kehilangan momen, tradisi CGM tetap ada, hanya tidak bisa dilakukan dalam bentuk pawai atau street fest. Namun dalam bentuk daring yang bisa diikuti oleh masyarakat dimanapun secara online, streaming," terang Arifin Himawan Ketua CGM Bogor.
Rangkaian kegiatan hanya berlangsung sekitar 4 (empat) jam saja yakni mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB atau sebelum waktu maghrib.
CGM Bogor kali ini mengambil tema 'Ngaruwat Bumi Nyinglar Pandemi' yang menampilkan harmonisasi Kielin dari Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih, Wayang Kaleng dengan penuturan Wangsit Siliwangi.
Ngaruwat Bumi Nyinglar Pandemi ini adalah sebuah kolaborasi konsep tradisi ritual dari seni budaya Sunda dengan Tionghoa.
Ruwatan biasanya bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan dari segala hal buruk, khususnya pandemi akibat infeksi virus korona (covid-19) di dunia, termasuk Indonesia umumnya dan di Bogor khususnya.
"Penyajian penampilan seni tradisi kali ini, adalah kolaborasi antara seni budaya Sunda dengan Tionghoa. Ini simbol kebersamaan dalam keberagaman," tambah Ahim.
Baca juga : Moge Ngebut Terobos Ring 1 Istana, Paspampres: SOP-nya Ditembak
Mengawali acara ada pemutaran video kilas balik pelaksanaan CGM pada tahun-tahun sebelumnya dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian acara inti yakni doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan dari 6 agama. Dari agama Islam doa dipimpin Habib Novel Alydrus,
Romo Michael Endro Susanto dari Katolik, Pendeta Paul Givano dari Kristen, Js Andri Harsono dari Konghucu, Pinandita I Made Sutem dari Hindu dan Romo Cunda Jugiarta Supandi dari Budha.
Kegiatan langsung hanya berjalan kurang lebih 45 menit. Sedangkan sambutan-sambutan serta pagelaran seni budaya berbagai daerah dilakukan dengan perekaman sebelumnya di tempat dan waktu terpisah. Mereka yang tampil ialah sanggar-sanggar seni yang ada di Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sambutannya secara daring mengatakan, meski tidak ada perayaan seperti biasanya, tidak akan mengurangi sedikitpun makna kebersamaan di Kota Bogor.
"Mari kita yakini bahwa keyakinan kita untuk terus bersama akan membawa kita melangkah keluar dari era pandemi ini,"katanya.
Menurutnya, tidak ada yang lebih indah, yang lebih dahsyat, yang lebih powerfull daripada modal kebersamaan dan kekeluargaan. Kebersamaan dan kekeluargaan adalah modal sosial yang luar biasa yang dimiliki Kota Bogor dari masa ke masa.
"Satu hal yang terus kita jaga kita rawat melalui berbagai macam momentum bukan saja dari kegiatan resmi pemkot, tetapi inisiasi dari warga, kolaborasi dari seluruh elemen warga," jelasnya.
Saat ini lanjutnya, adalah masa dimana semuanya tengah diuji atas kebersamaan selama ini. Tidak mudah di era pandemi ini menjaga dan merawat kebersamaan. Ada persoalan ekonomi, politik, mungkin juga ada persoalan keyakinan.
Meski tidak ada selebrasi Pesta Rakyat CGM bukan berarti tidak bisa merayakan kebersamaan. Melalui doa lintas agama dan kesederhanaan yang terus dijaga Bima Arya mengajak semua untuk terus saling mendukung, saling mendorong dan saling mendoakan.
"Tapi yakinilah bahwa modalitas itu selalu kita jaga dari masa ke masa dan bahkan semakin diperkuat di era pandemi yang tidak mudah ini. Tidak ada ujian yang tidak bisa kita lewati apabila kita pahami bagaimana kita bisa terus merawat kebersamaan ini," pungkasnya.
Sementara itu, meski tidak ada pawai budaya, namun panitia tetap mempercantik Lawang Suryakancana dengan lampu dan lampion, memasang gawangan khas CGM Bogor di Gang Aut.
Vihara Dhanagun pun melakukan kegiatan bakti sosial dalam rangka Imlek dan CGM ke panti asuhan dan menyediakan 300 makan siang, selama sebulan untuk warga sekitar dan Pasar Bogor. (OL-7)
Pementasan Wayang Potehi Sambut Cap Go Meh
Parade akan digelar pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB atau setelah umat muslim melaksanakan salat tarawih.
Warga keturunan Tionghoa di Gorontalo melakukan sembahyang Cau Kun Kong sebagai persiapan Cap Go Meh pada 2577 Kongzili.
CAP Go Meh memiliki makna mendalam dalam berbagai tradisi. Salah satu perayaan Cap Go Meh yang meriah berlangsung di Pantjoran Pantai Indah Kapuk (PIK) pada Minggu (16/2).
Pemantauan Media Indonesia, hingga Rabu (12/2) tengah malam, Kelenteng Tay Kak Sie yang berada kawasan Pecinan di Jalan Gang Lombok, Kota Semarang, tampak dihadiri ribuan warga.
Hotel Borobudur Jakarta menyelenggarakan acara Cap Go Meh Celebration 2025
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
INDONESIA kembali kehilangan salah satu sosok teladan moral bangsa. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng Imam Santoso, istri dari mendiang Kapolri Jendral Hoengeng
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Berdasarkan data administrasi, terdapat 238 gerai ritel (128 Alfamart dan 110 Indomaret) di Kota Bogor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved