Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Rayakan 11 Tahun, Cap Go Meh 2026 Little Singkawang Sarat Pesan Keberagaman

Indrastuti
08/3/2026 18:38
Rayakan 11 Tahun, Cap Go Meh 2026 Little Singkawang Sarat Pesan Keberagaman
Ilustrasi(Dok Istimewa)

CAP Go Meh sebagai perayaan puncak 15 hari setelah Tahun Baru Imlek menandai penutup rangkaian perayaan Imlek dalam budaya Tionghoa.
Di Indonesia, perayaan ini menjadi ajang akulturasi budaya, seperti di Singkawang dengan Tatung, ataupun di Bogor dan Jakarta dengan festival budaya, yang melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.

Di Jakarta misalnya, tahun ini TM Seasons City menghadirkan perayaan Cap Go Meh, bertajuk Little Singkawang. Memasuki tahun ke-11, acara ini jadi salah satu agenda budaya tahunan yang dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Mengusung konsep yang konsisten sejak tahun lalu, Little Singkawang kembali menghadirkan atmosfer khas perayaan Cap Go Meh ala Kota Singkawang yang sarat tradisi dan nilai budaya.

Rangkaian acara menampilkan pertunjukan Tatung sebagai ikon utama, pawai budaya lintas etnis yang merepresentasikan sebuah keberagaman Nusantara, serta sajian kuliner khas Tionghoa yang autentik. Perayaan ini tidak hanya jadi tontonan, tetapi juga ruang perjumpaan budaya yang mempererat kebersamaan masyarakat Jakarta.

Pasalnya, pada tahun ini terasa istimewa lantaran berlangsung dalam momentum yang sarat makna. Pada bulan yang sama, masyarakat Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan. Semangat kebersamaan ini sejalan dengan tagline DKI Jakarta tahun ini, Harmoni Nusantara.

Center Director TM Seasons City Mualim Wijoyo menyampaikan perayaan Cap Go Meh 2026 bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wujud nyata komitmen pusat perbelanjaan dalam merawat keberagaman dan meningkatkan wisata budaya.

“Cap Go Meh tahun ini memiliki makna sangat kuat karena hadir dalam bulan yang sama dengan Imlek dan Ramadan. Ini menjadi simbol nyata Harmoni Nusantara, yakni keberagaman bukan hanya dirayakan tapi juga dirangkul bersama. Kami ingin menjadi ruang temu budaya yang inklusif bagi seluruh masyarakat,” ujar Mualim, di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan konsistensi penyelenggaraan selama 11 tahun menunjukkan komitmen TM Seasons City dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota multikultural.

Ketua Panitia T J Jollyman menjelaskan konsep Little Singkawang tetap dipertahankan karena mendapat respons sangat positif dari masyarakat. “Kami menghadirkan kembali atraksi Tatung yang autentik, pawai budaya yang melibatkan berbagai komunitas, serta sajian kuliner khas Tionghoa yang menjadi daya tarik utama. Harapannya, pengunjung tak hanya datang menyaksikan pertunjukan, tapi juga ikut merasakan atmosfer budaya yang kental,” ungkapnya.

Sekjen Panitia Yupiter menambahkan pada tahun ini pihaknya melibatkan kolaborasi berbagai komunitas budaya dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kami ingin Cap Go Meh di TM Seasons City jadi ruang kolaborasi, bukan hanya acara seremonial. Keterlibatan komunitas dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting menciptakan perayaan yang hidup dan berdampak,” kata dia.

Ia berharap dengan rangkaian acara yang meriah dan penuh makna, Cap Go Meh 2026 di TM Seasons City menjadi simbol persatuan dalam keberagaman dan juga memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebudayaan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya