Minggu 21 Februari 2021, 09:20 WIB

Epidemiolog: Lonjakan Kasus Pasca Imlek di DKI Tak Terbantahkan

Hilda Julaika | Megapolitan
Epidemiolog: Lonjakan Kasus Pasca Imlek di DKI Tak Terbantahkan

dok.mi
Ilustrasi

 

PASKA perayaan Imlek (12/2) kemarin memang belum terlihat tren lonjakan kasus covid-19 di Ibu Kota. Namun, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan penambahan kasus pasca momen perayaan dan libur pasti menciptakan mobilisasi tinggi yang pada akhirnya menciptakan penambahan kasus.

"Paska Imlek ini, pada dasarnya setiap libur itu sudah pasti ada dampaknya. Ketika mobilisasi terjadi itu masalah dampak dari mobilisasi (ada lonjakan kasus). Ini sudah pasti tidak bisa dibantah," kata Dicky saat dihubungi, Minggu (21/2).

Namun, yang menjadi permasalahan saat ini baik di Indonesia maupun Jakarta, untuk testing (pengetesan) dan tracing (pelacakan) kemampuannya masih rendah. Bila dibandingkan dengan angka positivity rate yang masih sangat tinggi.

"Yang menjadi masalah dari awal pandemi di Indonesia adalah karena masalah testing dan tracingnya saja yang rendah. Makanya stabil rendah saya sebut. Jadi itu yg menimbulkan false expectation dan false calculation juga," jelasnya.

Selain itu, Dicky juga menyebut kalau testing tidak cukup dari penyediaan fasilitas oleh Pemprov DKI. Tapi juga perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk melakukan testing jika menemukam gejala terpapar covid-19.

"Karena kan strategi kita untuk testing dan tracing ini bukan hanya jumlah fasilitas testing dan tracing. Tapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat untuk testing juga kan masih rendah atau minim. Ini yang pasti akan berpengaruh ke masalah kasus," jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, kenaikan kasus Covid-19 pasca-libur Imlek 2021 baru akan terlihat pada 2-3 pekan kemudian. Pemerintah pun sudah memastikan ketersediaan fasilitas tempat tidur di fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19.

"Peningkatan kasus positif Covid-19 pasca libur Imlek dapat dilihat 2-3 minggu setelah hari raya tersebut," ujar Wiku saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, (18/2).

"Namun, saat ini Pemerintah mengantisipasi bila nanti memang terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, yakni memastikan ketersediaan tempat tidur, baik ruang isolasi maupun ICU di fasilitas-fasilitas kesehatan." (OL-13)

Baca Juga: Ini Kata Epidemiolog terkait Kasus Covid-19 DKI Melandai

Baca Juga

Dok MI

Polisi Cek Peristiwa Penembakan Gus Idris 

👤Yakub Pryatama 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:42 WIB
Adapun peristiwa dugaan penembakan itu diketahui dalam video berdurasi 4 menit 14...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Sejumlah Ruas Jalan di Depok Rusak

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:27 WIB
Di tiap-tiap jalan memiliki lebar lubang yang berbeda sekitar 20-60 sentimeter. Jalan berlubang disebabkan banyak faktor, seperti karena...
Antara/Hafidz Muabrak A

Wagub DKI Minta Masyarakat Laporkan Kafe yang Langgar PSBB

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 02 Maret 2021, 02:40 WIB
Seperti diketahui, pemerintah menetapkan jam operasional kafe, restoran, dan tempat makan hanya boleh buka sampai pukul 21:00...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya