Jumat 23 Oktober 2020, 17:55 WIB

Ini Kata Epidemiolog terkait Kasus Covid-19 DKI Melandai

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ini Kata Epidemiolog terkait Kasus Covid-19 DKI Melandai

ANTARA/Galih Pradipta
.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mencatatkan pelandaian kasus covid-19 yang lebih baik di pekan kedua PSBB Transisi dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini sesungguhnya di luar dugaan.

Soalnya, para ahli menyebut konsekuensi dari pelonggaran dipastikan ada penambahan kasus baru covid-19. Dari pantauan di situs corona.jakarta.go.id pada periode 15-21 Oktober total ada 6.156 kasus baru covid-19 di Jakarta.

Jumlah itu menurun 27,6% dibandingkan kasus baru covid-19 yang tercatat pada periode 8-14 Oktober yakni sejumlah 8.492 kasus baru. Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Muhammad Farid mengatakan hal tersebut dapat terjadi karena kedisiplinan masyarakat tetap terjaga, bahkan meningkat selama pelonggaran di masa PSBB Transisi.

"Hal ini bisa terjadi karena kedisiplinan masyarakat dalam melakukan protokol 3M (mencuci tangan, memakai masker, menajga jarak) tetap terjaga," kata Farid dalam webinar, Jumat (23/10).

Untuk membuktikan hal tersebut, pihaknya mengerahkan relawan yang mengamati penerapan protokol 3M di tengah masyarakat. Ada relawan yang bersedia melakukan survei dan pengamatan ini dengan cakupan hampir di 90 kecamatan di Jakarta.

"Hasilnya, sebelum masa transisi, kepatuhan memakai masker rata-rata 70%. Setelah masa transisi kedua yang berlaku mulai 12 Oktober, kepatuhannya meningkat hampir 80%," ujarnya.

Begitu pula dengan kepatuhan menjaga jarak yang sebelum masa transisi berada di bawah 70%. Ketika masuk masa transisi angkanya naik menjadi di atas 70%.

"Untuk mencuci tangan, angkanya memang naik tapi masih berada di bawah 50%," terang Farid. Kenaikan itu memang belum signifikan tapi terbukti telah mematahkan dugaan para epidemiolog yang menyebut pelonggaran akan berbanding lurus dengan kenaikan jumlah kasus baru.

Namun, angka-angka tingkat kepatuhan ini masih berada di bawah harapan para ahli yakni 85%. "Kalau mau wabah tertanggulangi, selain dukungan dari fasilitas kesehatan dan pelacakan kasus, kepatuhan masyarakat juga harus tinggi yakni di atas 85%. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta masih harus bekerja keras untuk terus meningkatkan kepatuhan masyarakat," tandasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Meilani Teniwut

Dubes Australia Resmikan Pojok Baja di Perpustaan Jakarta

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 04:15 WIB
“Saya bangga Pojok Baca Australia menjadi proyek pertama di bawah program ‘International Book Corner’ Perpustakaan...
dok. Pribadi

Warga Gunung Sahari Selatan Kemayoran Resah Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:48 WIB
“Ini sudah 4 hari kami tidak bisa tidur, karena benar-benar takut eksekusi dilakukan tiba-tiba,” ujar...
Antara/Hafidz Mubarak A

Disdik DKI Jakarta Jamin Keberagamaan Di Lingkungan Sekolah 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:36 WIB
Kepala Sudindik Wilayah I Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya