Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di DKI Jakarta pada Oktober 2020 adalah 44,33% atau naik sebesar 5,37% dibandingkan bulan sebelumnya.
"Menurut klasifikasi hotel berbintang pada Oktober 2020, TPK hotel bintang lima merupakan yang tertinggi yaitu 53,37%, sedangkan yang terendah TPK hotel bintang empat yaitu sebesar 39,44%," kata Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12).
Dibandingkan pada September 2020, TPK hotel berbintang pada Oktober 2020 yang mengalami penurunan yaitu klasifikasi hotel bintang lima turun 4,79% dan bintang satu turun 10,9%.
Sedangkan klasifikasi hotel bintang empat, bintang tiga, dan bintang dua mengalami peningkatan, yaitu 8,16% (hotel bintang empat); 1,21% (hotel bintang tiga); dan 4,3% (hotel bintang dua).
"Namun, jika dibandingkan dengan Oktober 2019, TPK hotel berbintang pada Oktober 2020 turun 18,34%, dan terjadi penurunan pada semua klasifikasi hotel yaitu hotel bintang lima turun 17,9%, hotel bintang empat turun 22,93%, hotel bintang tiga turun 21,8%, hotel bintang dua turun 22,46%, dan hotel bintang satu turun 17,03%," jelas Buyung.
Banyaknya malam tamu terhadap tamu yang datang dan menginap adalah rata-rata lama menginap.
Secara agregat, rata-rata lama menginap tamu yaitu tamu asing dan lokal pada hotel berbintang pada Oktober 2020 adalah selama 2,27 hari, tidak mengalami kenaikan maupun penurunan jika dibandingkan rata-rata lama menginap pada September 2020 yang juga sebesar 2,27 hari.
Rerata lama menginap tamu Asing pada Oktober 2020 sebesar 2,41 hari, turun 0,51 hari dibandingkan dengan rata-rata lama menginap di September 2020 yang sebesar 2,92 hari.
Sebaliknya untu krata-rata lama menginap tamu Indonesia pada Oktober 2020 naik dibandingkan rata-rata lama menginap pada September 2020 yaitu dari 2,25 hari bulan September 2020 menjadi 2,26 hari pada Oktober 2020. (OL-8)
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%–6% bukanlah capaian yang patut dibanggakan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
Swiss-Belhotel Pondok Indah mempersembahkan perayaan Imlek yang akan berlangsung pada Selasa (17/2), di Swiss-Café Restaurant, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Selain menu Timur Tengah, Neo+ Airport Jakarta tetap menyediakan hidangan favorit Nusantara dan Barat untuk memberikan variasi rasa yang lengkap.
Seluruh keseruan dan daya tarik tahun baru Imlek dapat dinikmati di Novotel Tangerang. Selain menyajikan hidangan khas Negeri Tirai Bambu, terdapat atraksi Barongsai hingga Kungfu Tea Master.
WINR resmi menggandeng Artotel Group untuk mengelola tiga proyek hotel di Kota Batam. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Perseroan
Sebagai bagian dari ARTOTEL Group yang mengusung konsep art, lifestyle, and experiential hospitality, De Braga by ARTOTEL terus mengembangkan pendekatan kreatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved