Sabtu 28 November 2020, 18:50 WIB

Warga Lahan Jalan Sutan Syahrir Minta Keadilan Polri

Selamat Saragih | Megapolitan
Warga Lahan Jalan Sutan Syahrir Minta Keadilan Polri

Istimewa
Warga Asrama Polri Menteng di Jln. Sutan Syahrir, Jakarta Puat, ditempeli stiker agar segera mengosongkan rumahnya.

 

PERSELISIHAN harta kekayaan negara berupa barang milik negara sudah setahun belum juga menemui titik temu. Seperti di lahan jalan Sutan Syahrir atau Aspol Menteng, Jakarta Pusat. Kasus ini sudah tercatat diantara sengketa Barang Milik Negara yang masuk dalam 15 kasus oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Nasional (Komnas HAM) untuk dicarikan jalan keluar yang menyenangkan semua pihak (win-win solution)

Upaya tersebut ditempuh setelah sekitar 150 KK warga eks Aspol Menteng/warga Jalan Sutan Syahrir bertahan di lahan yang telah mereka tempati sejak 1945-1950-an, kasus ini masuk menjadi prioritas yang harus diselesaikan oleh Komnas HAM.

Pada mediasi pertama, oleh Komnas HAM menemui jalan buntu. Warga bersepakat meminta Polri memperlakukan mereka lebih manusiawi, karena warga telah lama menempati lahan tersebut sebelum pihak polri mempunyai sertifikat hak guna Pakai no 94.

Di penghujung tahun 2020 ini, ketenangan warga kembali diusik oleh keluarnya surat dari PUPR tentang pelelangan yang dilakukan PUPR untuk rusun promoter Polri.

"Karena warga merasa belum adanya pemberitahuan dari pihak Polri karena dalam mediasi yang ketiga bahwa pihak Polda Metro Jaya membuka peluang untuk bernegosiasi informal kepada warga penghuni Aspol Menteng sebelum dilakukan eksekusi," ungkap Didi Mulyadi salah satu warga Aspol yang bertahan, dalam pesan whatsapp-nya, Sabtu (28/11)

Sementara dalam keputusan PUPR yang mengadakan pelelangan pembangunan rusun Polri dilahan kosong jalan Sutan Syahrir No:1 membuat warga bertanya-tanya.

"Kan PUPR di undang pada saat mediasi pertama. Seharusnya mereka tahu bahwa lahan ini masih bermasalah kok ya dilelang," ujar Didi Mulyadi heran.

Warga lainya, Wanthy juga bertanya-tanya karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak akan ada pembangunan karena kondisi korona. "Tapi kok ada lelang pembangunan," ujarnya Heran.

"Kami tidak menghalangi pembangunan tapi manusiawi. Beri tempat yang layak untuk kami tinggal," tambahnya.

Warga Aspol Menteng, jelas dia, berharap upaya penyelesaian sengketa HAM terkait permasalahan rumah negara sebagai barang milik negara melalui fungsi mediasi HAM. (OL-13)

Baca Juga

Antara

Lusa, Kota Bogor Lakukan Vaksinasi Covid Tahap II

👤Dede Susianti 🕔Selasa 26 Januari 2021, 22:35 WIB
PEMKOT Bogor terima vaksis Sinovac tahap kedua sebanyak 5 box dengan jumlah 9.160 dosis. Dari jumlah itu sebanyak 10 dosis khusus untuk...
Antara

Bela Gubernur Anies, PAN: Urus Jakarta Mirip Urus Indonesia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 26 Januari 2021, 21:16 WIB
Menurut Politisi PAN, mengurus Jakarta bisa dikatakan mirip dengan sulitnya mengurus...
Antara

Kapasitas Rawat Covid-19 Akan Dinaikkan jadi 50% di Tiap RS

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 26 Januari 2021, 21:05 WIB
Tidak hanya dengan menambah kapasitas dari 30% menjadi 50% dari kapasitas RS, Pemprov DKI juga mengajak rumah sakit swasta menjadi RS...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya