Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko menyebut efektivitas PSBB ketat jilid 2 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menurun dibandingkan PSBB jilid 1.
Pada PSBB jilid 1 yang berlangsung pada awal April hingga awal Juni lalu itu, Pemprov DKI berhasil menekan penularan kasus hingga 70%. "Kalau saat ini baru di angka 50%," kata Tri saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (29/9).
Selain itu, dari mobilitas warga saat ini masih berkisar 50% yang beraktivitas di luar rumah. Sementara pada PSBB jilid 1, persentase warga yang beraktivitas di luar rumah hanya 40%.
Baca juga: PSBB, DPRD Minta Anies Dorong Pusat Beri BLT ke Warga DKI
"Dari jumlah pelandaian kasus memang ada. Tapi tidak sesignifikan waktu PSBB jilid 1. Waktu itu landainya benar-benar terlihat. Kapasitas RS pun tidak sampai penuh sampai harus ditambah-tambah seperti saat ini," ujarnya. Hal itu kata Tri terjadi karena pengetatan yang dilakukan pada PSBB jilid 2 lebih longgar dibandingkan PSBB jilid 1.
Saat PSBB jilid 1, aktivitas warga benar-benar dibatasi. Hanya 11 sektor usaha yang diperbolehkan untuk beroperasi.
Sementara saat ini, seluruh sektor boleh beroperasi dengan pembatasan karyawan.
Menurutnya, PSBB ketat pun sulit untuk menurunkan laju penurunan kasus covid-19 dengan cepat apabila tidak dibarengi kedisiplinan masyarakat dan keseriusan pemda menangani covid-19. "Tidak akan selesai satu bulan. Ini harus diperpanjang terus sampai benar-benar maksimal pelandaian kasusnya," tegas Tri.(H-3)
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved