Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengagendakan pemeriksaan 12 saksi untuk mengusut pelaku pembakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari ini, Selasa (29/9). Ke-12 saksi itu mulai diperiksa pukul 09.00 WIB.
"Salah satunya ahli bangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (29/9).
Ferdy menyebut 11 saksi lainnya terdiri dari petugas pengamanan dalam Kejagung, cleaning service di Kejagung, pegawai negeri sipil (PNS) Kejagung, dan petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Polda Metro Tilang 11 Mobil Balap Liar di Senayan
Selain memeriksa saksi, Ferdy mengatakan Tim Gabungan Polri juga melakukan analisa dan evaluasi (anev) hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (28/9).
"Anev di Rupat Dittipidum," ujar jenderal bintang satu itu.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa 48 saksi dalam penyidikan kasus kebakaran Kejagung. Sebanyak 48 saksi itu diperiksa pada hari yang berbeda.
Sebanyak 12 saksi diperiksa pada Senin (21/9). Saksi itu antara lain pramubakti, tukang dan cleaning service.
Kemudian memeriksa 17 saksi pada Selasa (22/9). Mereka ialah staf Kejaksaan Agung, keamanan dalam (kamdal) Kejaksaan Agung, hingga pegawai negeri sipil (PNS).
Lalu, memeriksa 13 saksi pada Kamis (24/9). Ke-13 saksi yang diperiksa itu dari berbagai pihak. Sebanyak tujuh saksi terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service,aparatur sipil negara (ASN) dan jaksa di Kejaksaan Agung. Enam orang ahli, terdiri dari ahli pusat laboratorium forensik (puslabfor), ahli kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI), ahli hukum pidana UI, Universitas Trisakti dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Penyidik juga memeriksa enam saksi pada Senin (28/9). Keenam saksi itu merupakan pihak dari Kejagung.
Polisi delapan kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti diamankan, berupa kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, dan potongan-potongan kayu sisa pembakaran.
Petugas juga menemukan beberapa botol plastik berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng bekas lem, instalasi alat (terminal kontak), serta minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service.
Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, kasus kebakaran Kejagung diduga terdapat unsur pidana. Polisi berjanji menangkap pelaku dan mempertanggungjawabkannya ke publik. (OL-1)
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) tengah mengusut kasus dugaan korupsi pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Aset milik Pendiri PT AKT Samin Tan (ST) bakal disita.
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) mengumumkan adanya penyidikan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
PENGAMAT intelijen Sri Rajasa, mengatakan penyidik harus transparan mengungkap siapa saja pihak negara yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran pertambangan yang melibatkan Samin Tan.
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) memastikan kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) milik Samin Tan diusut menggunakan KUHAP baru.
GUBERNUR Bali, Wayan Koster, membenarkan bahwa sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dipanggil oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved