Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dua pekan terakhir, angka kriminalitas di Indonesia meningkat 10,37%. Polri menyebut ada lima kasus kejahatan konvensional yang marak terjadi belakangan ini.
Rinciannya, kejahatan narkotika sebanyak 718 kasus, pencurian dengan pemberatan sebanyak 616 kasus, penggelapan sebanyak 396 kasus, pencurian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 223 kasus dan pencurian dengan kekerasan sebanyak 199 kasus.
Kriminolog dari Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon Runturambi, menilai kenaikan 10% sebenarnya tidak signifikan. Namun, dia menganggap hal itu sebagai tanda agar masyarakat lebih antisipasi. Polri pun diminta memperkuat upaya penanganan tindak kriminal.
Baca juga: Polri: Kejahatan di Jalanan Meningkat Selama Pandemi
"Angka itu seperti sistem peringatan untuk waspada kejahatan jalanan. Jadi membaca persentasenya itu agar lebih waspada, terutama menyangkut harta benda," ujar Josias saat dihubungi, Selasa (14/7).
Kenaikan angka kriminalitas dalam dua pekan terakhir, lanjut dia, disebabkan pandemi covid-19. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan sumber pendapatan.
"Di tengah pekerjaan susah, mereka kemudian mencari jalan pintas dan melakukan aksi kejahatan," pungkasnya.
Baca juga: Tim Pemburu Koruptor Mau Dihidupkan, KPK: Sebaiknya Jangan
Menurutnya, diperlukan langkah preventif dan sosialisasi terhadap masyarakat. "Jadi fungsi keamanan masyarakat harus dijalankan. Sehingga, masyarakat turut berperan dan meminimalkan kejahatan jalanan," imbuh Josias.
Dengan kesadaran masyarakat, dirinya optimistis angka kriminalitas bisa ditekan saat pandemi covid-19.
"Masyarakat dapat berpartisipasi dengan memberikan informasi potensi kejahatan. Melalui media sosial dan bisa melaporkan ke call center," tandasnya.(OL-11)
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum sebagai alat untuk menyerang lawan politik.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved