Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Fraksi Partai Gerindra, S. Andyka, melakukan walk out atau keluar dari sesi rapat kerja Komisi C DPRD DKI dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Andyka yang juga anggota Komisi C menyebut sikap walk out bertujuan memprotes TAPD, yang berkukuh mematok angka rancangan pagu indikatif APBD 2012 sebesar Rp 66,91 triliun.
Padahal dalam rapat sebelumnya, mayoritas anggota Komisi C meminta pagu ditingkatkan hingga Rp 72 triliun. Anyka menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengabaikan peran DPRD DKI dalam penyusunan anggaran. Sebab, Pemprov DKI telah menentukan besaran anggaran, tanpa melakukan kesepakatan.
Baca juga: Rancangan APBD 2021 Capai Rp63,19 T, DKI: Kami Optimistis
"Kita minta dipaparkan Rp 72 triliun. Tapi ternyata yang dibawa tetap Rp 66,01 triliun. Saya sempat walk out, diikuti beberapa teman. Ini seperti sudah dibungkus lebih dulu. Komisi C punya fungsi keuangan, berapa belanja dan pendapatan. Artinya, rapat tadi kita tidak ada titik temu," ungkap Andyka saat dihubungi, Rabu (24/6).
Rapat akan dilanjutkan kembali pada 30 Juni mendatang. Andyka meminta Pemprov DKI membawa jajaran TAPD yang lengkap. Rinciannya, asisten sekda bidang perekonomian dan keuangan, kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
Baca juga: Anies Ingatkan Empat Prinsip Agar Masa Transisi Sukses
Andyka menyebut BPAD, Dinas PMPTSP dan Dinas Citata harus hadir. Dari situ, lanjut dia, bisa ditaksir potensi peningkatan pendapatan. Selain itu, pendapatan maksimal juga dapat diperoleh dari BUMD-BUMD DKI.
"Ada potensi yang masih bisa digali. Seperti pengelolaan kekayaan aset DKI. Tahun ini juga kita akan sahkan revisi peraturan daerah tentang parkir yang tarifnya naik 10%. Perda direvisi, tapi proyeksi pendapatan malah menurun," tandasnya.(OL-11)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved