Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH salah satu warga Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur jadi sasaran amuk sekelompok remaja pada Jumat (24/4) malam kemarin. Pasalnya, mereka tidak menerima saat sikap pemilik rumah bernama H Aselih karena melaporkan masjid Al Wastiyah yang berada di sebelah rumahnya menggelar salat Tarawih.
"Pada saat awal pelaksanaan salat Tarawih hari Kamis tanggal 23 April 2020, H Aselih mengambil foto dan video tentang kegiatan pelaksanaan salat Tarawih," ungkap Camat Pulogadung Bambang Pangestu melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (27/4).
Menurut Bambang, H Aselih melaporkan kegiatan tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Twitter milik anaknya. Tak terima dengan pelaporan H Aselih, kawanan remaja yang biasa membangunkan sahur di lingkungan sekitar pun marah terhadap keluarga H Aselih pada Jumat (24/4) dini hari lalu.
"Mereka membakar petasan di depan rumah H Aselih, merusak pot tanaman, dan mendorong dorong pagar rumah H Aseli," papar Bambang.
Baca juga: Kaget, DKI Sebut 900 Perusahaan Beroperasi dari Izin Kemenperin
Atas peristiwa tersebut, dilakukanlah mediasi pada Sabtu (25/4) yang dihadiri lingkungan RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan, serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat sekitar.
"Ketua RW dan lingkungan sudah menghimbau kepada anak remaja dan warga sekitar untuk tidak melakukan kegiatan anarkis kembali dan apabila terjadi lagi maka akan di serahkan kepada pihak berwewenang dan harus mempertanggungjawabkan di mata hukum," terang Bambang.
Bambang menyebut pihaknya menjamin hal serupa tidak terulang kembali. Apabila masih terjadi, sambungnya, maka akan diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Diketahui, DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 24 April sampai 22 Mei 2020. Kebijakan tersebut memiliki landasan hukum yakni Peraturan Gubernur No 33 Tahun 2020.
Dalam Pasal 11 dijelaskan bahwa kegiatan keagamaan di rumah ibadah sementara dihentikan. Oleh sebab itu, warga dianjurkan melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing. (OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved