Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya (PMJ) membentuk tim khusus untuk menekan angka kriminalitas di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kepala Bidang Humas PMJ, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, mengatakan Kapolda Metro Jaya langsung membentuk tim khusus di tengah meningkatnya angka kriminalitas.
"Tim khusus dibentuk karena ada pergeseran dalam jenis kejahatan yang meningkat di masa PSBB, yakni pencurian terhadap minimarket dan begal," tutur Yusri, Kamis (23/4).
Baca juga: Komnas HAM Soroti Fenomena Kriminalitas Selama Pandemi
Yusri juga mengatakan kepolisian telah memetakan wilayah yang mendapat perhatian khusus. Di sejumlah lokasi juga akan diturunkan tim khusus.
"Jadi, Kapolda memerintahkan ke seluruh Kapolres untuk memetakan wilayah mana yang rawan kejahatan. Berikut waktu kejahatan dan modusnya. Itu yang menjadi skala prioritas kita untuk melakukan patrol, yang ditingkatkan tim khusus," jelas Yusri.
Sebelumnya, terjadi aksi pencurian di sebuah minimarket kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4) kemarin. Dua orang pelaku pencurian babak belur dihakimi warga lantaran tepergok mencuri di sebuah minimarket.(OL-11)
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Komitmen tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved